detikNews
Senin 30 September 2019, 20:58 WIB

KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim dan Itjih Tersangka Kasus BLBI sebagai DPO

Ibnu Hariyanto - detikNews
KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim dan Itjih Tersangka Kasus BLBI sebagai DPO Febri Diansyah (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - KPK memasukkan nama tersangka kasus dugaan korupsi terkait BLBI Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim ke daftar pencarian orang (DPO). KPK sudah mengirimkan surat pemintaan ke Polri.

"KPK telah memasukkan dua nama tersangka SJN dan ITN dalam Daftar Pencarian Orang. KPK mengirimkan surat pada Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Kabareskrim Polri perihal DPO tersebut. KPK meminta bantuan Polri untuk melakukan pencarian tersangka SJN (Sjamsul Nursalim) dan ITN (Itjih Nursalim)," kata Kabiri Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (30/6/2019).



Febri mengatakan Sjamsul dan istrinya ditetapkan sebagai tersangka sejak 10 Juni 2019. KPK juga sudah memanggil kedua sebanyak 2 kali namun tidak hadir di KPK.

Surat pemanggilan tersangka itu telah dikirimkan ke lima alamat yang berbeda di Indonesia dan Singapura. Selain itu, Febri mengatakan KPK juga meminta bantuan KBRI Singapura dan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB), Singapura dalam upaya pemanggilan Sjamsul dan istrinya.

"Selain mengantarkan surat panggilan pemeriksaan tersebut, KPK juga meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia mengumumkannya di papan pengumuman kantor KBRI Singapura. KPK juga meminta bantuan Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB), Singapura," sebut Febri.



Selain itu, Febri mengatakan secara paralel KPK juga sedang menjadi pihak ketiga dalam gugatan perdata tersangka Sjamsul Nursalim terhadap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) m di Pengadian Negeri Tangerang. Dalam proses persidangan, KPK penah meminta Sjamsul Nursalim untuk dihadirkan dalam proses mediasi di PN Tangerang namun permintaan ini tak terpenuhi karena Sjamsul tak hadir.

"Saat ini KPK tengah menunggu panggilan sidang untuk proses selanjutnya, yakni pemeriksaan perkara. KPK akan terus berupaya menjalankan tugas sebaik-baiknya, termasuk dalam penanganan kasus korupsi yang menjadi perhatian publik dengan nilai kerugian keuangan negara cukup besar ini," ujar Febri.

Selain itu, Febri mengaku hingga kini KPK juga belum menerima salinan putusan kasasi kasus BLBI dengan terdakwa Syafruddin Arsyad Temenggung. Menurut Febri, KPK akan tetap menunggu salinan putusan resmi kasasi tersebut dari MA.

"Kami tunggu saja salinan putusan resmi tersebut agar dapat dipelajari segera untuk kebutuhan analisis dan mementukan apa upaya hukum lebih lanjut yang dapat dilakukan. Jarak waktu adanya Putusan Kasasi dari sejak putusan disampaikan pada publik memang cukup lama, yaitu dari 9 Juli 2019," kata Febri.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Sjamsul selaku pemegang saham pengendali Bank Dagang Indonesia (BDNI) dan istrinya, Itjih Nursalim, sebagai tersangka. Sjamsul diduga KPK melakukan kongkalikong dengan eks Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung, sehingga mengakibatkan dugaan kerugian keuangan negara Rp 4,58 triliun.

Sjamsul diduga sebagai pihak yang diuntungkan terkait kerugian negara Rp 4,58 triliun itu. KPK juga telah memanggil Sjamsul dan Itjih sebanyak dua kali, namun keduanya mangkir dari panggilan KPK pada 28 Juni dan 19 Juli 2019.


Simak Video "Rommy Bandingkan Kasus BLBI dan OTT-nya, Bagaikan Semut vs Gajah"

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com