detikNews
2019/09/29 15:49:49 WIB

Demonstran Jadi Elite?

Fahri Hamzah yang Dulu: Sempat Tak Ingin Pelengseran Soeharto

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 3
Fahri Hamzah yang Dulu: Sempat Tak Ingin Pelengseran Soeharto Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Seiring menyeruaknya demonstrasi mahasiswa sepekan belakangan, beredar meme populer dan lagu parodi di media sosial yang menunjukkan perubahan tokoh demonstran 1998. Salah satunya Fahri Hamzah. Dulu dia memang demonstran, dan sekarang seperti semua orang tahu dia sudah menjadi Wakil Ketua DPR.

Fahri dulu memang termasuk aktivis era reformasi, peristiwa bersejarah yang melengserkan Presiden Soeharto. Namun Fahri dulu awalnya bukan termasuk barisan yang mendesak Soeharto lengser.



Dalam buku 'Islamising Indonesia' karya Yon Machmudi, Fahri disebut sebagai sosok sentris alias bukan ekstrem kiri atau kanan, bukan pula yang termasuk mendesak Soeharto turun takhta.

Fahri adalah Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang pertama. Dijelaskan Yon, KAMMI cenderung sentris dalam menyikapi Soeharto. Saat reformasi mulai merekah pada Mei 1998, banyak kelompok mahasiswa secara terbuka menyatakan tuntutan agar Soeharto lengser.

"KAMMI melalui Ketua Umumnya, Fahri Hamzah, mengambil sikap yang lebih lunak," tulis Yon.



Saat itu Fahri menyatakan, "Bila Soeharto berubah dan memimpin pembaruan, bukan tidak mungkin kami akan mendukungnya." Bagi KAMMI, aspek terpenting dari perubahan bukan cuma ganti rezim melainkan perubahan moral, politik, dan hukum secara total.

Namun setelah gelombang demonstrasi mahasiswa dan tokoh nasional semakin kuat mendesak lengsernya Soeharto, KAMMI berubah sikap menyesuaikan sikap mayoritas.

Fahri Hamzah yang Dulu: Sempat Tak Ingin Pelengseran SoehartoFoto: Fahri Hamzah dalam meme populer. (Dok Istimewa)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com