detikNews
2019/09/29 14:43:54 WIB

Demonstran Jadi Elite?

Parodi tentang Demonstran 1998: Aku yang Dulu Bukanlah yang Sekarang

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 2
Parodi tentang Demonstran 1998: Aku yang Dulu Bukanlah yang Sekarang Foto: Tangkapan layar YouTube Parodi Kehidupan
Jakarta - Seiring masifnya aksi demonstrasi mahasiswa menolak berbagai RUU dan UU KPK sepekan terakhir, ingatan publik melayang ke era reformasi 1998. Kritik sosial mengalir lewat nada parodi, mengingatkan bahwa mahasiswa demonstran yang dulu lantang berorasi di DPR, kini sudah duduk di DPR.

Muncul berbagai meme yang menunjukkan perubahan mahasiswa demonstran, sosok-sosok yang dulu memegang pelantang suara sambil berpeluh di bawah terik mentari kini sudah masuk ruang fraksi parpol di Senayan. Dulu pengkritik, sekarang menjadi bagian dari yang dikritik.




Sosok seperti Fahri Hamzah, Fadli Zon, Budiman Sudjatmiko, Adian Napitupulu, hingga Pius Lustrilanang muncul lewat foto perbandingan. Seolah-olah, mereka telah berubah dari yang dulu demonstran kini menjadi elite. Soal kebenarannya, tentu bisa diperdebatkan. Namanya juga meme dan parodi jenaka.

"Sejarah selalu berulang. Pertama sebagai tragedi, selanjutnya sebagai lelucon," ujar pemilik akun Instagram dan YouTube 'Parodi Kehidupan', Lathif Mujahidin, mengutip filsuf Jerman saat berbincang dengan detikcom, Minggu (29/9/2019).




Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com