Tuntut Polisi Hentikan Kasus Dandhy Laksono, AJI Gelar Aksi Jalan Mundur

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Minggu, 29 Sep 2019 09:48 WIB
AJI menggelar aksi jalan mundur di Bundaran HI. (Jefrie/detikcom)


Jekson menyampaikan penangkapan Dandhy merupakan bentuk ancaman terhadap kebebasan berekspresi. Menurutnya, hal ini juga akan mengancam orang-orang yang ingin menyuarakan kebenaran di muka publik.

"Terkait cara penangkapannya kita rasa itu sangat bertentangan ya. Kita mencatat di sini Dandhy itu dijadikan tersangka itu dengan tuduhan Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang ITE dan atas Pasal 14 dan Pasal 15 KUHP karena menulis di media sosial Twitter mengenai situasi Papua. Kita merasa bahwa ini merupakan ancaman kebebasan berekspresi. Ancaman terhadap kita untuk menyuarakan sebuah kebenaran," sambungnya.


Jekson mengaku AJI Jakarta akan meminta Komnas HAM dan Ombudsman untuk melakukan pemeriksaan terhadap penyidik kepolisian terkait penangkapan Dandhy ini. Dia juga mendesak pihak kepolisian untuk menghentikan dugaan kriminalisasi yang dilakukan pihak kepolisian terhadap aktivis, mahasiswa, hingga jurnalis.

"Penangkapan ini kita anggap juga sangat bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat. Kita juga meminta Komnas HAM dan Ombudsman untuk memeriksa penyidik Polda Metro Jaya terkait dugaan pelanggaran HAM dan mal administrasi yang terkait dengan penangkapan Dandhy. Terakhir kita mendesak Kapolri untuk menghentikan segera segala bentuk kriminalisasi terhadap aktivis, mahasiswa dan juga pers," ucap Jekson.

Halaman

(fdu/fdu)