detikNews
Minggu 29 September 2019, 07:26 WIB

Rekonsiliasi Airlangga & Bamsoet untuk Golkar Muncul Tanpa Syarat

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Rekonsiliasi Airlangga & Bamsoet untuk Golkar Muncul Tanpa Syarat Foto: dok. Golkar
Jakarta - Rekonsiliasi sudah terjadi antara tokoh Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketum dan Bambang Soesatyo, Ketua DPR RI. Namun pertemuan penting pada Jumat (27/9/2019) di Jakarta, bukan berarti bagi-bagi kekuasaan.

Perdamaian mereka merupakan salah satu bagian dari dukungan partai beringin agar situasi politik di Tanah Air, tak bertambah panas.

Airlangga menyatakan dengan membaiknya kondisi internal Partai Golkar saat ini, maka Golkar siap untuk terus mendukung dan mengamankan agenda-agenda kenegaraan.


"Termasuk pelantikan anggota DPR RI dan MPR RI tanggal 1 Oktober nanti. Terkait dengan pemilihan, baik itu di DPR mau pun di MPR, tentunya ini juga menjadi bagian dari konsolidasi Partai Golkar," ujar Airlangga kepada wartawan Minggu (29/9/2019).

Airlangga tak menyebut tentang adanya kemungkinan pembagian kekuasaan dengan Bamsoet. Namun secara tegas ia menyatakan akan mendukung potensi seluruh kader Partai Golkar yang ada saat ini.

Di tubuh Golkar ada beberapa kader muda dari berbagai daerah yang siap untuk diorbitkan menjadi pemimpin di parlemen.

"Tentunya Partai Golkar dengan support dari kader partai seluruhnya, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Pulau Rote, kita akan bersama-sama dengan anggota koalisi yang lain mendukung pemerintah. Di tengah situasi seperti ini maka Golkar harus menunjukkan ketenangan berpolitik. Kita mementingkan kepentingan nasional, kepentingan Republik Indonesia," kata Airlangga.

Lewat rekonsiliasi dan konsolidasi itu, Airlangga berharap Golkar terus merapatkan barisan untuk menghadapi sejumlah persoalan di Indonesia. Terutama menghadapi peristiwa genting, seperti yang terjadi pada akhir-akhir ini.

Hal itu sudah diamini oleh Bamsoet seperti dalam pernyataannya kepada media Jumat lalu.

"Saya mengambil keputusan hari ini dan menyatakan menghilangkan perbedaan, menghilangkan persaingan dan membangun narasi yang sama di Partai Golkar. Saya bersama ketua umum Airlangga Hartarto saling memahami bila kami berdua kompak maka persoalan apa pun yang dihadapi partai kami bisa diselesaikan," kata Bamsoet, Jumat lalu.

"Untuk itu saya menyampaikan pada ketua umum Airlangga Hartarto, bahwa saya tetap mendukung beliau menjadi ketua umum pada Munas Desember mendatang," ucap Bamsoet.


Pernyataan Bamsoet ini langsung direspon dengan positif oleh Airlangga. Keduanya yakin jika persatuan di antara mereka terwujud, bukan hanya Golkar yang makin kuat, namun juga bangsa Indonesia. Rekonsiliasi itu tentunya bisa terjadi tanpa harus menonjolkan kepentingan dan agenda masing-masing.

"Ini merupakan sebuah situasi yang membanggakan karena dengan statement dari Pak Bambang Soesatyo, bahwa Partai Golkar memilih untuk konsolidasi internal di tengah situasi politik yang kurang kondusif," jelas Airlangga.

Airlangga sangat bersyukur apabila Bamsoet beserta para pendukungnya bisa berlapang dada menerima apa pun hasil rekonsiliasi dan konsolidasi yang mereka lakukan untuk Golkar.

"Terima kasih pada Pak Bambang Soesatyo dan para pendukungnya. Kami akan merajut persataun dan kesatuan, persaudaran dan persahabatan di antara kita. Maju terus Partai Golkar, maju terus bangsaku tercinta," pungkas Airlangga.


Golkar Amini Jokowi Tunda Pengesahan RUU KUHP:

[Gambas:Video 20detik]


Orasi Aksi Mujahid 212 Minta Jokowi Turun, Kapitra: Tak Jelas, Ada Dendam Lama


(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com