detikNews
2019/09/27 06:54:21 WIB

Kenapa Kerusuhan Masih Terus Terjadi di Papua?

Danu Damarjati - detikNews
Halaman 1 dari 4
Kenapa Kerusuhan Masih Terus Terjadi di Papua? Ilustrasi Papua (Dok Twitter @jokowi)
Jakarta -

Usai 26 orang tewas akibat kerusuhan di Wamena pada Senin (23/9) lalu, bangunan kantor lama Bupati Yalimo dibakar sehari setelahnya. Kamis (26/9), 200 kios terbakar di Oksibil, Pegunungan Bintang. Kerusuhan ternyata masih terjadi di Papua. Kenapa?

Direktur Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Agung Merauke, Pastor Anselmus Amo, meminta ada upaya dialog yang dijalin antara pemerintah dengan warga Papua. Jalinan dialog ini lebih mujarab meredakan ketegangan menuju solusi.

"Imbauan untuk pemerintah, bangun dialog dengan warga dan keluarga korban pelanggaran HAM," kata Anselmus kepada wartawan, Kamis (26/9/2019).


Masalah pelanggaran HAM adalah isu yang selalu mengemuka terkait problem Papua. Semua pihak perlu memahami persoalan ini lewat jalan dialog. Aparat keamanan juga perlu menghindari cara-cara kekerasan yang berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM lebih lanjut.

Dia juga mengimbau kepada warga Papua supaya menjaga situasi tetap aman. Penyampaian aspirasi harus tetap dilancarkan melalui cara-cara yang damai, tanpa membuat luka, tanpa menyulut api.


"Imbauan untuk warga, supaya tidak melakukan kekerasan atau membakar fasilitas umum. Ekspresikan pendapat dengan damai dan teratur. Tunjukkan bahwa orang Papua itu bermartabat," kata Anselmus.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com