Benarkah Gas Air Mata Kedaluwarsa Lebih Berbahaya?

Ibad Durohman - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 18:41 WIB
Foto Ilustrasi (Antara Foto)


Di Luar Negeri

Masalah gas air mata yang berbahaya ini juga pernah merebak di luar negeri. Isu ini juga mengemuka lewat media sosial. Konteksnya adalah demonstrasi di Hong Kong yang menolak intervensi China dalam RUU ekstradisi.

Dilansir South China Morning Post, 9 Agustus 2019, foto yang menyebar secara daring menunjukkan selongsong gas air mata yang tanggal kedaluwarsanya telah lewat jauh. Wartawan bertanya kepada polisi perihal gas air mata kedaluwarsa itu pada saat jumpa pers, tapi polisi saat itu belum bisa memastikan apakah ada gas air mata kedaluwarsa yang digunakan atau tidak.


Namun pakar keamanan dan mantan pengawas kepolisian, Clement Lai Kai-chi, memberikan analisisnya. Dia mengatakan tanggal yang tercantum di selongsong gas air mata hanyalah menunjukkan waktu 'sebaiknya digunakan' dan amunisi masih bisa digunakan lima tahun lagi setelah tanggal itu.

"Tanggal itu terkait fungsionalitas alat itu, dalam hal ini apakah primer (bagian amunisi yang berfungsi sebagai penyulut mesiu) akan tetap bisa meletus ketika pelatuknya ditarik. Ini bukan berkenaan dengan apakah asapnya akan basi dan menyebabkan lebih banyak luka-luka untuk orang," tutur Lai.

Iowa State Daily pernah memberitakan hal serupa. Terjadi kerusuhan di Veishea pada 18 April 2004. Aparat setempat menghalau massa dengan gas air mata. Mahasiswa Michael Brechler menemukan ada satu selongsong gas air mata bertanda tahun pembuatan 1994, pagi setelah kerusuhan. Di selongsong itu, dijelaskan bahwa gas air mata itu tidak digunakan empat tahun setelah tanggal pembuatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5