detikNews
Kamis 26 September 2019, 18:32 WIB

Waria Spesialis Pembobol Vila di Bali Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Aditya Mardiastuti - detikNews
Waria Spesialis Pembobol Vila di Bali Dituntut 1,5 Tahun Penjara Alda Intan (38) dituntut 1,5 tahun penjara terkait kasus pencurian vila di Seminyak, Badung, Bali. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Alda Intan (38) dituntut 1,5 tahun penjara terkait kasus pencurian vila di Seminyak, Badung, Bali. Perempuan transgender asal Makassar itu membobol sebuah vila dan menggasak sejumlah perhiasan emas.

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Alda Intan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan yang memberatkan. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan," kata jaksa penuntut umum I Gede Agus Suraharta saat membacakan surat tuntutan di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Kamis (26/9/2019).



Peristiwa pembobolan vila itu terjadi Minggu (7/7) pukul 11.00 Wita di Jl Drupadi, Seminyak, Kuta, Badung. Kala itu, Alda yang tengah mengendarai motor menuju Kuta melihat vila kosong dan langsung memarkir motornya.

"Selanjutnya terdakwa masuk ke halaman rumah yang mana ketika itu pintu gerbang rumah dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci. Setelah berada di halaman rumah, kemudian terdakwa memasuki salah satu kamar yang berada di rumah tersebut dengan terlebih dahulu mencongkel jendelanya menggunakan sebuah obeng yang terdakwa bawa," urai jaksa Agus.

Jaksa menambahkan, setelah berhasil masuk ke kamar, Alda lalu mencongkel lemari pakaian di kamar tersebut. Alda lalu mengambil kotak dan dompet yang di dalamnya berisi perhiasan.

"Yaitu satu cincin emas berisi batu warna hitam, satu cincin emas mata berlian, satu cincin emas berisikan batu warna hijau, dua cincin emas berisikan batu merah kepundung, satu cincin berisikan 10 butir berlian, satu cincin emas permata mutiara kombinasi berlian, sebuah cincin kawin terbuat dari emas, dua cincin perak bermata koin emas, empat cincin berisikan batu akik berbagai warna, sepasang subeng emas motif bunga, sepasang subeng emas berisikan permata, sebuah gelang kaki bayi terbuat dari emas, sebuah liontin berbentuk hati, sebuah anting emas berbentuk lingkaran, tiga kancing peniti emas berisikan rantai emas, satu set perhiasan bayi yang terdiri dari kalung, liontin, dan penutup ubun-ubun dari emas," papar jaksa.

Bukan cuma perhiasan emas, jaksa menyebut Alda juga mengambil sebuah arloji merek Seiko dan sebuah arloji merek Rolex yang berada di atas meja televisi. Setelah mengambil barang-barang itu, Alda lalu kabur melalui jendela.

"Kemudian terdakwa keluar dengan melewati jendela yang dicongkelnya untuk kemudian pergi dari rumah tersebut. Namun belum sempat meninggalkan rumah, perbuatan terdakwa diketahui oleh petugas kepolisian yang sedang patroli. Namun terdakwa berhasil meloloskan diri, sedangkan barang-barang hasil curiannya diamankan petugas hingga akhirnya terdakwa ditangkap Jumat (19/7) di Makassar," ujar Agus.

Selama sidang berlangsung, Alda terus menyimak tuntutan yang dibacakan jaksa sambil sesekali menundukkan kepalanya. Atas perbuatannya, Alda dijerat dengan Pasal 363 KUHP ayat (1) ke-5 KUHP.
(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com