detikNews
2019/09/23 22:19:58 WIB

Polri: Kerusuhan di Papua Diciptakan untuk Curi Perhatian Sidang Umum PBB

Audrey Santoso - detikNews
Halaman 1 dari 2
Polri: Kerusuhan di Papua Diciptakan untuk Curi Perhatian Sidang Umum PBB Brigjen Dedi Prasetyo. (Reno Esnir/Antara Foto)
Jakarta - Polri menduga kericuhan di Wamena, Jayawijaya, dan Jayapura, Papua, yang terjadi hari ini sengaja diciptakan oleh oknum. Situasi di Bumi Cenderawasih yang sudah aman setelah insiden ucapan rasial di Surabaya dibuat kembali memanas agar menyedot perhatian Sidang Umum PBB ke-74 di New York, Amerika Serikat, yang sedang berlangsung.

"Untuk kejadian Papua, kita harus melihatnya secara luas. Bahwa sedang ada Sidang Umum PBB di New York tanggal 23 sampai 27 September ini," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (23/9/2019).



Dedi menuturkan kelompok yang menjual isu kemerdekaan Papua ingin mencuri perhatian para peserta Sidang Umum PBB. Mereka hendak memanfaatkan momentum tersebut.

"Kaitannya dengan situasi terkini di Papua, diduga kelompok-kelompok yang mendalangi kerusuhan di Papua memanfaatkan momen untuk mencari perhatian karena sedang ada Sidang Umum PBB," terang Dedi.

Untuk diketahui, rangkaian Sidang Majelis Umum ke-74 PBB (United Nations General Assembly-UNGA) sebenarnya sudah dimulai pada 17 September 2019. Hari ini, Senin (23/9/2019) adalah hari pertama High Level Week di mana pemimpin berbagai negara berkumpul di Markas PBB di New York.



Para pemimpin negara akan menyampaikan pernyataan masing-masing dalam General Debate yang dimulai pada Selasa (24/9). Pernyataan tiap pemimpin negara disampaikan bergantian hingga Jumat (27/9).

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com