detikNews
2019/09/23 22:20:30 WIB

Tapal Batas

Smong, Cerita Leluhur Simeulue tentang Tsunami yang Jadi Nyata

Johanes Randy Prakoso - detikNews
Halaman 1 dari 3
Smong, Cerita Leluhur Simeulue tentang Tsunami yang Jadi Nyata Kearifan lokal smong lahir sebagai upaya mitigasi bencana dari amukan tsunami di Aceh. (Rifkianto/detikcom)
Simeulue - Indonesia mengenal tsunami sejak tragedi Tsunami Aceh pada 2004. Namun masyarakat Simeulue di Pulau Sinabang mengenalnya dengan smong.

Lain daerah lain bahasa, mungkin ungkapan itu sesuai untuk menggambarkan penyebutan tsunami secara umum dengan smong dalam bahasa Simeulue, yang memiliki arti sama. Bedanya, kata itu sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat Simeulue sejak ratusan tahun silam.

Menelusuri kearifan lokal tersebut, Tim detikcom beserta Bank BRI melakukan perjalanan menuju Pulau Sinabang, yang masuk provinsi Aceh. Bedanya, Pulau Sinabang berjarak belasan jam perjalanan kapal dari saudaranya di darat tersebut.


Ketika Tsunami Aceh pada 2004 terjadi, jumlah korban jiwa di Simeulue ternyata begitu sedikit dan kontras dengan di Banda Aceh. Hal itu ternyata dikarenakan masyarakat Simeulue telah mendapat peringatan lewat peninggalan budaya leluhur mereka.

Untuk mencari tahu soal itu, detikcom pun bertandang menemui Kadispar Simeulue Abdul Karim di rumahnya. Kepada detikcom, ia berbagi makna smong dan petuah leluhur soal tsunami.

"Kalau kita bicara tentang smong, di Simeulue itu merupakan kearifan lokal atau budaya tutur orang tua kami terdahulu. Sebab, hari ini kami telah dapat membaca dan menelaah sejarah smong pada 2004, di mana Provinsi Aceh dilanda smong yang luar biasa dahsyat," ujar Karim.

Smong, Cerita Leluhur Simeulue Tentang Tsunami yang Jadi NyataSmong kerap dituturkan oleh penandong (Rifkianto/detikcom)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com