detikNews
2019/09/23 16:02:58 WIB

Walhi: RUU Pertanahan Bisa Persulit Penegakan Hukum soal Karhutla

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Walhi: RUU Pertanahan Bisa Persulit Penegakan Hukum soal Karhutla Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, kian menjalar ke beberapa wilayah. (Suriyatman/detikcom)
Jakarta - Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanahan menuai kontroversi. RUU ini bahkan dinilai bisa menghambat proses penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai RUU Pertanahan ini berpotensi mempersulit proses penegakan hukum terhadap pelaku karhutla. Untuk memeriksa pelaku karhutla, informasi terkait lahan konsesi harus meminta izin Menteri ATR/BPN.

"Dalam konteks penegakan hukum karhutla, salah satu yang sulit tersentuh adalah konsesi perkebunan yang ada di bawah Kementerian ATR/BPN. Lalu, dalam draf RUU Pertanahan, izin untuk informasi lahan konsesi harus meminta ke Menteri ATR/BPR. Sehingga Itu akan menghambat dan memperpanjang birokrasi proses penegakan hukum," kata Manajer Kampanye Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial Walhi, Wahyu A Perdana, kepada wartawan, Senin (23/9/2019).


Poin soal informasi konsesi lahan yang harus meminta izin menteri, diatur dalam Pasal 46 ayat 8 hingga 9. Begini bunyinya:

Pasal 46
(8) Masyarakat berhak mendapatkan informasi publik mengenai data Pertanahan kecuali informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(9) Informasi publik mengenai data Pertanahan yang dikecualikan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) antara lain:
a. daftar nama pemilik Hak Atas Tanah; dan
b. warkah.
(10) Informasi sebagaimana dimaksud pada ayat (9) dapat diberikan kepada pemegang hak dan penegak hukum dalam pelaksanaan tugasnya atau pihak yang diberikan kewenangan oleh undang-undang.
(11) Perubahan terhadap informasi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud pada ayat (9) ditetapkan oleh Menteri.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com