Sidang Eksepsi Rommy

Rommy Bantah Dakwaan KPK soal Intervensi: Menag Bukan Anak Buah Saya

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 13:55 WIB
Terdakwa perkara suap jual-beli jabatan di Kemenag, Romahurmuziy, dalam persidangan (Foto: Ari Saputra/detikcom)


Haris dan Muafaq adalah mantan pejabat Kemenag yang diduga memberikan uang suap ke Rommy demi mendapatkan jabatan. Rommy didakwa menerima Rp 325 juta dari Haris demi mendapatkan posisi sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur dan Rp 91,4 juta dari M Muafaq Wirahadi demi jabatan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.

Dalam surat dakwaan itu Rommy disebut bertemu Haris pada 6 Januari 2019 dan menerima Rp 5 juta. Namun Rommy menepisnya dengan alasan saat itu sedang menghadiri tasyakuran Harlah PPP.



Selain itu ada pemberian Haris lainnya pada Rommy sebesar Rp 250 juta. Namun lagi-lagi Rommy menepisnya karena telah memerintahkan Sekretaris DPW PPP Jawa Timur Norman Zein untuk mengembalikan uang itu ke Haris.

"Hal ini secara tidak langsung diakui penyidik dengan adanya telah diakuinya penyitaan uang Rp 250 juta dari Norman, bukan saya," ucap dia.
Sedangkan soal suap dari Muafaq, Rommy juga membantahkan. Dalam dakwaan disebutkan ada suap Rp 50 juta dan Rp 41,4 juta dari Muafaq pada Rommy. Untuk Rp 41,4 juta disebutkan dalam dakwaan bila uang itu diberikan Muafaq ke sepupu Rommy bernama Abdul Wahab atas arahan Rommy.

"Sebagaimana kesaksian Muafaq pada sidangnya sebagai terdakwa, uang Rp 50 juta tidak pernah saya minta. Muafaq bersaksi pemberian kepada saya dilakukan atas dorongan Haris Hasanudin selaku atasannya langsung," tutur Rommy.
Halaman

(fai/dhn)