detikNews
Senin 23 September 2019, 11:34 WIB

Pagar Kawat Duri dan Kendaraan Taktis Disiapkan Jelang Aksi di DPR

Matius Alfons - detikNews
Pagar Kawat Duri dan Kendaraan Taktis Disiapkan Jelang Aksi di DPR Persiapan pengamanan di depan DPR (Foto: Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Dua kelompok massa pro dan kontra RUU KUHP direncanakan akan kembali beraksi di depan Gedung DPR. Polisi telah menyiapkan sekat berupa pagar kawat berduri dan kendaraan taktis barikade polisi dan water cannon.

Dari pantauan, Senin (23/9/2019), di depan gerbang kompleks parlemen itu tampak 2 kendaraan taktis barikade dan 2 water cannon yang telah siaga. Tampak pula pagar kawat berduri yang disiapkan, tetapi belum dibentangkan.

Pagar Kawat Duri dan Kendaraan Taktis Disiapkan Jelang Aksi di DPRPersiapan pengamanan di depan DPR (Foto: Matius Alfons/detikcom)




"Kita di sini membuat sekat di antara mereka agar intinya penyekatan ini agar mereka pro dan kontra sama-sama sampaikan aksinya agar tidak terganggu dan menggunakan sound system-nya. Jadi mereka sama-sama fokus dengan apa yang mereka tuntutkan," ucap Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan di lokasi.

Terlihat sebagian massa aksi sudah berada di lokasi. Harry mengatakan ada sekitar 6.700 personel gabungan TNI dan Polri untuk pengamanan aksi unjuk rasa itu.

"Silakan sampaikan aspirasi. Silakan sampaikan pendapat. Yang penting sama-sama menjaga ketertiban lalu lintas, menjaga keamanan di lapangan, dan ingat ada juga masyarakat pengguna kendaraan lain yang melewati jalan di depan ini membutuhkan keamanan dan kenyamanan," sebut Harry.

Pagar Kawat Duri dan Kendaraan Taktis Disiapkan Jelang Aksi di DPRPersiapan pengamanan di depan DPR (Foto: Matius Alfons/detikcom)




Diketahui, massa dari elemen mahasiswa di depan gedung DPR/MPR hari ini. Mereka menuntut berbagai hal salah satunya menolak RKUHP, tolak UU KPK baru, tolak RUU ketenagakerjaan, sahkan RUU PKS, usut tuntas Karhutla dan selesaikan konflik agraria.

DPP FPI Jakarta diketahui juga akan ikut menggelar aksi di depan gedung DPR hari ini. Mereka menuntut menolak revisi UU KPK dan KUHP. FPI menggelar aksi bertajuk 'Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat'.


Rentetan Aksi Menjelang Akhir KPK Pimpinan Agus Rahardjo:

[Gambas:Video 20detik]




(maa/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com