detikNews
2019/09/22 23:30:59 WIB

Jambi Masih Dikepung Kabut Asap, Pemkot Liburkan PAUD hingga SMA

Ferdi Almunanda - detikNews
Halaman 1 dari 1
Jambi Masih Dikepung Kabut Asap, Pemkot Liburkan PAUD hingga SMA Foto: Kabut asap di Kota Jambi (Ferdi-detikcom).
Jambi - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Jambi. Udara yang masuk dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya membuat pemerintah setempat kembali menambah libur sekolah dari tingkat TK/PAUD, SD, SMP hingga SMA.

"Meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk tingkatan TK/PAUD, SD, SMP Negeri/Swasta dan Sederajat, pada tanggal 23 sampai 25 September 2019. Bagi Kepsek, Guru, TU, (ASN / PTT) tetap masuk kerja, seperti biasa, terkecuali bagi (ibu) yang sedang hamil. Selama libur, guru tetap memberikan tugas kepada siswanya agar siswa tetap dapat belajar dirumah,'' kata Kabag Humas Pemkot Jambi, Abu bakar dalam keterangan rilis yang dilihat detikcom, Minggu (22/9/2019).

Berdasarkan data AQMS Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kota Jambi, kualitas udara di Kota Jambi masuk dalam kategori sangat tidak sehat atau berbahaya. Hal ini berdasarkan ukuran kualitas udara yang berada di atas baku mutu atau berada di atas batas tenggang yang diperbolehkan, dengan Permen LHK nomor 12 Tahun 2010.

Kondisi udara yang buruk akibat kabut asap itu juga membuat Pemerintah Jambi mengambil kebijakan yang sama dalam meliburkan sekolah setingkat SMA/SMK sederajat di daerah yang terdampak oleh kabut asap.

Penambahan libur sekolah itu dilakukan oleh pemerintah setempat melihat kondisi asap yang kian pekat di Jambi. Bahkan pada sore hari tadi, kondisi langit di Kota Jambi juga terlihat menguning karena cuaca diselimuti oleh asap yang juga telah bercampur abu sisa dari kebakaran hutan dan lahan yang terlihat berterbangan.

Langit yang diselimuti oleh kabut asap itu juga membuat satu maskapai pesawat garuda GA 126 dari Jakarta tujuan Jambi terpaksa harus mendarat di bandara SMB II Palembang karena terkendala kabut jarak pandang yang mencapai 500 meter.


Berdasarkan data analisis oleh Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, kebakaran hutan dan lahan di Jambi tercatat sebanyak 47.510 hektar kawasan hutan dan lahan yang telah terbakar.

Dari luas ini lebih dari separo, atau 28.889 ha berada di kawasan gambut. Luas lahan yang terbakar ini menyumbang kabut asap dan partikel debu yang membahayakan kesehatan manusia. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi hampir di semua peruntukan lahan baik Hutan Tanaman Industri (HTI) dengan areal terbakar seluas 10.194 ha, HPH 8.619 ha, Perkebunan Sawit 8.185 ha, Hutan Lindung 6.712 ha, Restorasi Ekosistem 6.648 ha, Taman Nasional 3.395 ha, lahan masyarakat 2.956 ha, dan Taman Hutan Raya 810 hektar.
(nvl/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com