detikNews
2019/09/22 17:50:58 WIB

RUU P-KS Belum Disahkan, DPR Dinilai Toleran Kekerasan Seksual

Yulida Medistiara - detikNews
Halaman 1 dari 2
RUU P-KS Belum Disahkan, DPR Dinilai Toleran Kekerasan Seksual Gedung DPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) hingga kini masih dalam pembahasan DPR. Ketua Solidaritas Perempuan Dinda Nur Annisa Yura menilai hal itu menunjukkan watak anggota DPR yang toleran terhadap kekerasan seksual.

"Tidak seriusnya DPR terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual itu sebenarnya menunjukkan watak anggota DPR itu seperti apa. Watak anggota DPR yang menoleransi kekerasan seksual, tidak menganggap kekerasan seksual itu sesuatu yang penting, tidak menghargai perempuan sebagai manusia dan melihat perempuan lebih rendah dari laki-laki dalam konteks kehidupan manusia," kata Dinda di Sekretariat Nasional KPA, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (22/9/2019).


Dia menyebut urgensi disahkannya RUU P-KS karena kasus kekerasan seksual disebutnya masih marak terjadi. Dia menilai DPR tidak mengutamakan wanita karena belum disahkannya RUU P-KS.

"Saya pikir semua orang seharusnya sudah bersepakat dengan ini, tidak boleh ada yang namanya kekerasan seksual bagi siapapun. Mau itu perempuan atau laki-laki. Kenyataannya hari ini mayoritas yang menjadi korban adalah perempuan. Kenapa ini tidak dianggap penting, artinya DPR tidak merasa perempuan itu penting dan perempuan harganya sama dengan manusia lainnya," sambung Dinda.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com