detikNews
2019/09/21 15:00:20 WIB

Satire Dahnil: Biarkan KPK Mati Ketimbang Dipakai Jadi Alat Kekuasaan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Halaman 1 dari 3
Satire Dahnil: Biarkan KPK Mati Ketimbang Dipakai Jadi Alat Kekuasaan Dahnil Anzar Simanjuntak (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Juru bicara Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, bicara soal upaya pelemahan KPK melalui pengesahan revisi UU KPK. Menurut Dahnil, KPK sebaiknya dikubur saja jika keberadaannya hanya digunakan sebagai alat politik kekuasaan.

Dahnil awalnya membandingkan KPK dengan sejumlah penegak hukum lain. Dia mempertanyakan UU KPK direvisi sedangkan UU terkait penegak hukum lain tak diperbaiki.

"Kenapa kemudian tidak ada upaya memperbaiki UU Kejaksaan, misalnya kepolisian. Kepolisian kita juga tidak sempurna, kenapa kemudian tidak ada upaya untuk melakukan revisi UU Kepolisian. Tapi dalam banyak hal UU KPK itu selalu menjadi target utama untuk dilakukan revisi kemudian itu menjadi pekerjaan rutin DPR maupun kepresidenan," kata Dahnil dalam channel Youtube DAS Official seperti dilihat detikcom, Sabtu (21/9/2019).



Menurut Dahnil, upaya untuk melakukan revisi UU KPK sudah ada sejak lama. Pengusul revisi UU KPK itu juga disebut Dahnil bergantian antara pemerintah dan DPR.

"Seperti ada kongkalikong yang konsisten dikerjakan dalam setiap momentum politik, kali ini yang unik revisi ini dilakukan dengan cara itu tadi yang sangat grasa-grusu, dilakukan dengan tiba-tiba hanya dilakukan beberapa minggu kemudian muncul ide rencana yang sudah disimpan sejak lama melakukan revisi," ujar dia.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com