detikNews
2019/09/21 12:25:29 WIB

Berkat Medsos, Pemuda Baduy Kini Bisa Jual Tenun-Madu secara Online

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Halaman 1 dari 2
Berkat Medsos, Pemuda Baduy Kini Bisa Jual Tenun-Madu secara Online Foto: Mursid, pemuda Baduy yang jualan online. (Bahtiar-detikcom)
Lebak - Suku Baduy di Desa Kanekes, Lebak, Banten, tidak selalu identik dengan orang yang tertinggal dalam sisi informasi. Geliat teknologi juga dirasakan kelompok adat yang selama ini bertugas menjaga alam ini. Khususnya pemanfaatan media sosial untuk jualan online produk-produk dari Baduy.

Mursid misalkan, lelaki asal Kampung Cempaka yang masuk kawasan Baduy Luar sudah tidak gagap memanfaatkan medsos. Dia menggunakan aplikasi Instagram untuk berjualan aneka tenun dan produk Baduy lain seperti madu atau olahan jahe dan tas anyaman.

Cerita Mursid manfaatkan handphone bermula saat dirinya keluar dari kawasan Baduy Dalam pada sekitar 2010. Untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, ia jualan pisang dan gula aren. Di saat luang membuat aren, ia manfaatkan waktu untuk belajar handphone dan sedikit-sedikit membaca.


Masuk tahun 2015, ia mulai lancar menggunakan handhphone dan berinisiatif berjualan di media sosial seperti Facebook. Di samping itu, Mursid kenal dengan dunia luar dan ikut di berbagai pameran kerajinan khas Baduy.

"Bikin gula aren ini capek banget, siang ngambil kayu bakar, malam masak gula, terus beralih suka ikut pameran produk Baduy mulai dari tenun, madu sama bandrek," kata Mursid saat berbincang dengan detikcom di Lebak, Banten, Sabtu (21/9/2019).

Karena orang Baduy Luar tak dilarang menggunakan kendaraan bermotor, Mursid lalu ikut pameran di berbagai daerah mulai dari Jakarta, Solo, Jogja bahkan sampai ke Makassar. Paling banyak, dia membawa tenun Baduy yang jadi ciri khas karena dibuat dari bahan alam.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com