detikNews
2019/09/20 19:13:59 WIB

Tersinggung Komentar di YouTube, Organisasi Maluku Polisikan Netizen

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Tersinggung Komentar di YouTube, Organisasi Maluku Polisikan Netizen Organisasi Maluku di Jakarta bernama Maluku Satu Gandong mempolisikan seseorang yang menulis komentar di salah satu video YouTube. (Wildan/detikcom)
Jakarta - Salah satu organisasi Maluku di Jakarta bernama Maluku Satu Gandong mempolisikan seseorang yang menulis komentar di salah satu video YouTube. Mereka melapor ke polisi karena tersinggung disebut 'mirip monyet'.

"Kita masyarakat Maluku sadar akan kegiatan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat). Kita serahkan ke aparat hukum berwajib. Kita mohon polisi segera bertindak membuat perkara ini terang," kata anggota Maluku Satu Gandong, Reandy Dofra Kalitouw, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Kasus itu bermula saat Reandy sebagai pelapor melihat video YouTube di akun Revo TM yang berjudul 'Dept Collector main rampas motor brutal, dihajar PM Cengap2'. Dalam video itu, dia melihat komentar-komentar dari netizen.

"Tanggal 18 September kemarin saya di Cengkareng, kami membuka YouTube itu. Ternyata ada komentar seperti ini dan komentarnya nggak benar," ungkap Reandy.


Dia menyoroti akun bernama Ari Novriandi, yang ikut berkomentar dalam video di YouTube itu dengan menuliskan penghinaan.

"(Isi) video itu pemukulan debt collector. Debt collector main rampas motor dihajar PM itu ada di YouTube. Kemudian pada saat komennya Ari Novriandi ini, dia menyebut 'orang Ambon rata-rata mukanya mirip monyet dilihatnya'. Ini kan nggak bagus," jelasnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com