detikNews
2019/09/20 12:06:11 WIB

Jelajah Ibu Kota Baru

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam Punah

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Halaman 1 dari 3
Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam Punah Foto: Anak-anak SDN 010 Sepaku (Rakhmad HP/detikcom)
Penajam Paser Utara - Penajam Paser Utara (PPU) telah diputuskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai salah satu lokasi Ibu kota baru. Kabupaten ini sendiri punya bahasa asli suku Paser. Namun kabarnya, bahasa ini terancam punah.

Kabar terkait ancaman kepunahan bahasa Paser ini kami dengar langsung dari Paidah Riansyah, sejarawan suku Paser, yang juga Ketua Laskar Pertahanan Adat Suku Paser. Dia menyebut bahasa Paser ini hampir punah, seperti halnya bahasa dayak Benoa.

"Menurut penelitian kemarin, bahasa Paser dan bahasa Dayak Benoa yang hampir punah. Karena jarang kan digunakan anak-anak," kata Paidah saat berbincang dengan Tim Jelajah Ibu Kota Baru detikcom, Senin (9/9/2019).


Dia mengatakan bahwa penggunaan Bahasa Paser ini memang jarang sekali digunakan di Penajam Paser Utara yang masih tergolong kawasan kota. Namun, penggunaannya di daerah pedalaman masih kerap digunakan.

"Kalau di daerah yang ramai ini (kawasan kota) jarang. Kalau daerah pedalaman masih digunakan," tuturnya.

Selain itu, kata dia, umumnya anak-anak Suku Paser memang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa sehari-hari. Biasanya, mereka baru bisa berbahasa Paser ketika beranjak dewasa karena baru mempelajarinya.

Bahasa Paser, Bahasa Ibu Kota yang Terancam PunahFoto: Paidah (Wahyu Setyo Widodo/detikcom)

Paidah juga memberikan contoh ujaran bahasa Paser kepada kami seperti 'isik kabar?' yang artinya 'apa kabar?' dan 'guen' yang artinya 'baik'. Karena terancam punah, Paidah mengatakan bahwa bahasa Paser Pemkab PPU sudah menyetujui bahasa Paser untuk masuk mulok kurikulum sekolah.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com