Polisi Tangkap Pelaku Pemalsuan okumen Terkait Mafia Properti

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kamis, 19 Sep 2019 19:54 WIB
Polisi tangkap pelaku pemalsuan dokumen. (Samsuduha/detikcom)


Helmi ditangkap tim Subdit Harda Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol M Gafur pada 28 Agustus 2019 di sebuah ruko miliknya di Jakarta Pusat. Gafur mengatakan Helmi memiliki sebuah usaha percetakan untuk menutupi aksinya yang bisa membuat sertifikat palsu.

"Ditangkap di daerah Jakpus di ruko kebetulan. Dia buka ruko untuk pura-pura seolah-olah dia usaha percetakan dan digital printing," kata Gafur.

Kepada polisi, Helmi mengaku mempelajari cara pembuatan sertifikat palsu dengan cara otodidak. Dia hanya menggunakan kertas karton dan didesain melalui komputer semirip mungkin dengan sertifikat aslinya.

"Kalau pendidikan secara bangku sekolah, ya, tidak ada, tapi (tersangka) kalau dibilang bisa gunakan komputer ya bisa gunakan komputer, otodidak dia yang jelas terampil. Jadi di sini bukan pintar tapi lebih ke keterampilan yang bagus," ungkapnya.

Helmi memasarkan keahliannya dari mulut ke mulut. Saat mendapat orderan, dia akan membuat pesanannya dalam waktu 3-5 hari. Setelah selesai, dia meminta untuk bertemu dengan pelanggannya di tempat yang ditentukan.

"Mereka (bertransaksi sistem) putus, ya artinya pelaku nggak kenal sama dia. Pelaku mafia properti nggak kenal dia tapi dia tahu dari orang, dari orang lagi," jelas Gafur.

Uang hasil kejahatannya selama ini digunakan tersangka untuk memenuhi kehidupannya sehari-hari. Dari tangan tersangka, polisi menyita 1 set komputer, printer, scanner, monitor untuk membandingkan sertifikat asli dengan palsu, 3 lembar kertas HVS, 1 unit HP, dan beberapa sertifikat yang dipalsukan tersangka.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenai Pasal 378 KUHP, Pasal 372 KUHP, Pasal 263 KUHP juncto Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP. Tersangka terancam 6 tahun penjara.

Halaman

(sam/mea)