detikNews
2019/09/19 08:31:04 WIB

Round-Up

Konferensi Pers 'Sandal Jepit' Menpora di Tengah Kondisi Terimpit

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Konferensi Pers Sandal Jepit Menpora di Tengah Kondisi Terimpit Menpora Imam Nahrawi (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Pria berkumis itu melangkah dari ambang pintu menuju ke pintu gerbang. Di hadapan kamera, pria yang dikenal bernama Imam Nahrawi itu buka suara soal status tersangka.

Imam mengaku telah mendengar tentang statusnya sebagai tersangka di KPK. Dia mengaku akan mengikuti proses hukum.




"Saya mendengar apa yang sudah disampaikan oleh pimpinan KPK dan tentu saya sebagai warga negara Indonesia akan patuh, akan mengikuti proses-proses hukum yang ada. Sudah barang tentu kita harus junjung tinggi asas praduga tak bersalah dan sudah pasti saya harus menyampaikan tentang materi yang sudah disampaikan oleh KPK dalam proses-proses hukum selanjutnya," kata Imam di kediaman dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019).

Memang sebelumnya KPK mengumumkan penetapan tersangka Imam. Menpora itu dijerat dengan sangkaan penerimaan suap dalam pengembangan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dana hibah untuk KONI dari Kemenpora.

"Dalam penyidikan tersebut ditetapkan 2 orang tersangka, yaitu IMR (Imam Nahrawi) dan MIU (Miftahul Ulum)," ujar Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019)




Miftahul merupakan asisten pribadi Menpora yang diduga sebagai kepanjangan tangan Imam untuk menerima suap. Miftahul sudah lebih dulu ditahan KPK pada awal bulan ini.

Alexander menyebut uang yang diterima Imam yaitu Rp 14,7 miliar dalam rentang 2014-2018. Imam juga diduga menerima Rp 11,8 miliar dalam rentang 2016-2018.

"Sehingga total dugaan penerimaan Rp 26,5 miliar," ujar Alexander.

Uang itu diduga merupakan commitment fee atas pengurusan hibah yang diajukan pihak KONI kepada Kemenpora pada 2018. Penerimaan juga diduga terkait dengan Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com