detikNews
2019/09/18 21:38:42 WIB

Round-Up

Mahathir Turun Tangan Sikat Penyebab Kabut Asap

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mahathir Turun Tangan Sikat Penyebab Kabut Asap Kabut Asap Selimuti Malaysia (Agung Pambudhy/detikcom)
Kuala Lumpur - Masalah kabut asap menjadi perhatian Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad. Mahathir menegaskan pemerintahannya akan mengambil langkah tegas terhadap perusahaan-perusahaan Malaysia di Indonesia yang terbukti bertanggung jawab atas kabut asap, yang kini mengancam banyak area di Malaysia.

Seperti dilansir kantor berita Bernama dan Reuters, Rabu (18/9/2019), PM Mahathir melontarkan kemungkinan pemberlakuan undang-undang baru untuk memaksa perusahaan-perusahaan Malaysia mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda area yang mereka kuasai di luar negeri.

Diketahui bahwa sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan ada 42 perusahaan yang disegel terkait karhutla. Dari jumlah itu, sebanyak satu perusahaan diketahui memiliki modal dari Singapura dan tiga perusahaan lainnya dari Malaysia.


Dalam pernyataan terbaru, PM Mahathir menyatakan pemerintah Malaysia awalnya akan meminta perusahaan-perusahaan Malaysia memadamkan kebakaran di area yang menjadi tanggung jawab mereka. Jika perusahaan itu tidak bersedia, maka tindakan tegas akan diambil.

"Tapi tentu saja, jika kita mendapati mereka tidak bersedia mengambil tindakan, kita mungkin harus meloloskan sebuah undang-undang yang akan membuat mereka bertanggung jawab atas kebakaran di properti mereka, bahkan jika kebakaran itu terjadi di luar wilayah Malaysia," ucap PM Mahathir dalam konferensi pers seusai peluncuran Kerangka Kerja Kebijakan Luar Negeri Malaysia Baru di Putrajaya.

PM Mahathir menyebutkan, pihak Malaysia telah mengambil beberapa langkah untuk mengatasi dampak kabut asap, seperti memicu hujan buatan, mengimbau warga agar tetap di dalam rumah dan menutup sekolah-sekolah. Namun, sebutnya, diperlukan cara-cara baru untuk mengurangi kabut asap.

"Langkah-langkah ini, telah kita ambil, tapi kita perlu mencari cara sendiri untuk mengurangi kabut asap. Saya pikir memicu hujan buatan menjadi salah satu di antara tapi mungkin kita juga butuh menyemprotkan air di tempat-tempat tertentu untuk mengurangi kabut asap," ujarnya.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com