Jumlah Sampah Plastik yang 'Dibuang' ke Indonesia Diklaim Berkurang

Jumlah Sampah Plastik yang 'Dibuang' ke Indonesia Diklaim Berkurang

Farih Maulana Sidik - detikNews
Rabu, 18 Sep 2019 17:42 WIB
Indonesia Kembalikan Sampah Plastik ke Australia (Foto: Grandyos Zafna)
Indonesia Kembalikan Sampah Plastik ke Australia (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi, mengklaim jumlah sampah plastik yang 'dibuang' ke Indonesia menurun. Saat ini, pemerintah Indonesia tetap memperketat regulasi.

"Jadi sisi regulasi kita akan perketat. Maksudnya diperjelas mana yang betul-betul tidak boleh, mana yang masih boleh. Tentunya kita dalam regulasi itu memerintahkan surveyor yang akan melaksanakannya untuk betul-betul melakukan pemeriksaan secara seksama dan mesti ada tanggung jawab," kata Heru di Terminal Petikemas Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).



Heru mengatakan harus ada peraturan yang direvisi terkait permasalahan ini salah satunya Permendag Nomor 31 Tahun 2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Non-bahan Berbahaya dan Beracun. Meski begitu, Heru memastikan pihaknya tidak akan lepas tangan apabila sudah ada sampah B3 yang lolos.

"Kita secara sinergis aparat penegak hukum baik di bidang kepabeanan maupun lingkungan hidup serta otoritas di pelabuhan ini akan sinergi memastikan bahwa masyarakat Indonesia betul-betul terlindungi dari bahaya sampah ini," ujar Heru.

Indonesia Kembalikan Sampah Plastik ke Australia / Indonesia Kembalikan Sampah Plastik ke Australia / Foto: Grandyos Zafna


Heru belum bisa membeberkan bagaimana limbah sampah ini masuk ke Indonesia. Ia mengaku akan terus memverifikasinya termasuk petugas yang memeriksanya barang-barang yang masuk.

Namun, Heru menegaskan perusahaan pengimpor yang terbukti secara sengaja melanggar bisa dikenakan sanksi. Sebab, Heru merasa ada kemungkinan kejadian pengiriman sampah tidak layak ini kondisinya tanpa sepengetahuan pengimpor.

"Ketentuannya kalau dia melakukan pelanggaran pidana tentunya bisa kita tutup," tegas Heru.



Lebih lanjut, Heru menuturkan saat ini jumlah impor sampah tidak layak sudah mulai menurun. Meski belum mendetailkan berapa persen penurunannya, ia menjelaskan hal itu karena ketegasan pemerintah.

"Secara umum ini telah mengalami penurunan. Tentunya ini positif karena memang ketegasan dari pada pemerintah Indonesia untuk mengirim sinyal bahwa Indonesia bukan tempat pembuangan sampah," tutur Heru.

"Ini juga dipengaruhi penegakan hukum yang konsisten dan bersinergis antara yang memang bergerak di bidang lingkungan hidup, industri itu sendiri maupun kita yang di logistik termasuk bea cukai," tambahnya. (imk/imk)