detikNews
Rabu 18 September 2019, 13:59 WIB

Mensos Tuntut Komitmen UNHCR dan IOM soal Pencari Suaka Telantar

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Mensos Tuntut Komitmen UNHCR dan IOM soal Pencari Suaka Telantar Foto: Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita (Jefrie Nandy Satria/detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pencari suaka yang masih telantar di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, merupakan tanggung jawab lembaga dunia terkait. Agus mengatakan pemerintah Indonesia memberikan bantuan kepada pencari suaka atas dasar kemanusiaan.

"Sebagai pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial, saya kira akan terus memberikan bantuan dalam konteks kemanusiaan tapi tentu kita juga harus tahu, kita harus minta pandangan atau penjelasan atau komitmen sebetulnya dari lembaga dunia yang sebetulnya memiliki tanggung jawab terhadap penanganan refugee," kata Agus Gumiwang di Gedung Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (18/9/2019).


Lembaga dunia yang dimaksud Agus adalah United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM). Menurut Agus, kedua lembaga tersebut juga perlu membangun komitmen yang jelas kepada pemerintah Indonesia terkait kejelasan nasib para pencari suaka yang telantar.

"UNHCR yang selama ini juga bekerja sama dengan IOM (International Organization for Migration). Jadi masalah kita menampung mereka itu hal lain dan kami siap atas nama kemanusiaan. Tapi di luar itu juga ada masalah yang perlu kita siapkan," sambungnya.



Agus mengaku Kemensos telah melakukan pertemuan berkali-kali dengan pihak UNHCR dan IOM. Namun, Agus enggan menjelaskan detail hasil pertemuan-pertemuan tersebut.

"Yang pasti kita sudah berkali-kali mengundang UNHCR, IOM, untuk kami minta komitmen dari mereka. Karena mereka itu adalah lembaga internasional yang bertanggung jawab terhadap keberadaan refugee di seluruh dunia termasuk di Jakarta, termasuk di Indonesia. Nah kami ingin mendapatkan komitmen dari mereka," ucapnya.


Komitmen yang jelas dari UNHCR dan IOM menurut Agus mutlak diperlukan karena penanganan para pencari suaka harus jelas secara proses dan jangka waktunya. Agus menegaskan dalam hal ini harus ada kontrak yang jelas dari kedua lembaga tersebut kepada pemerintah Indonesia.

"Misalnya berapa lama sih ketika kami menerima atau menampung refugee itu berapa lama kami tampung. Nah itu harus ada kontraknya dengan jelas. Ini kan masalah pertanggungjawaban keuangan juga dari Kementerian Sosial yang ada di pemerintah," ujar Agus.

"Harus ada kontraknya yang jelas, apakah setahun, kemudian setelah setahun mereka tidak mendapatkan negara tujuan, apa (yang akan dilakukan), bebannya kepada siapa, kepada pemerintah Indonesia kah, UNHCR kah, ini kan harus jelas," ucap Agus.
(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com