detikNews
Rabu 18 September 2019, 13:09 WIB

Tercemar Polusi Udara Pabrik, Aktivitas SDN 07 Cilincing Sangat Terganggu

Farih Maulana Sidik - detikNews
Tercemar Polusi Udara Pabrik, Aktivitas SDN 07 Cilincing Sangat Terganggu Foto: SDN Cilincing 07 Pagi (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Aktivitas belajar mengajar di SDN Cilincing 07 Pagi, Jakarta Utara, sering terganggu pencemaran polusi udara yang diakibatkan oleh pembakaran pabrik arang dan peleburan timah di sekitar sekolah. Sekolah berharap mendapat solusi terbaik yang cepat mengatasi permasalahan.

Kepala Sekolah SDN Negeri Cilincing 07 Pagi, Juhaedin, mengatakan setiap pagi asap hasil pembakaran pabrik arang dan peleburan timah sangat mengganggu kegiatan belajar. Juhaedin menyebut meskipun pembakaran itu dilakukan malam hari, namun sisa-sisa pembakarannya tidak habis.


"Kalau dampak terus terang, kalau pagi sangat mengganggu untuk kita semua pada saat kegiatan belajar karena kan pembakaran itu dilakukan malam. Tapi sisa-sisa pembakarnannya kan tidak habis. Nah, pagi udara mengalir menuju utara itu sangat bau sekali. Bahkan kami pernah pada saat kegiatan itu dilakukan siang malam harus menggunakan masker," ujar Juhaedin di SDN Cilincing 07 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (18/9/2019).

Akibatnya, kata Juhaedin, salah satu guru di sekolah itu mengalami sakit akibat terpapar udara yang tidak bersih. Menurutnya, lokasi sekolah dengan pabrik pencemar udara itu hanya berjarak sekitar 100-150 meter saja.

"Yang pasti guru saya satu orang. Kemarin hasil analisis dokter bulan Maret 2019, kena pneumonia akut. Jadi akibat kontaminasi udara yang tidak bersih," katanya.



Meskipun asap sering mengganggu, Juhaedin tak pernah memberhentikan aktivitas belajar mengajar. Dirinya berupaya menghindari polusi itu dengan mengimbau para guru dan siswa untuk menggunakan masker.

"Kalau untuk aktivitas belajar mengajar, saya tidak menunda sedikitpun, tidak memberhentikan aktivitas. Upaya-upaya yang bisa kita lakukan, saya bilang tadi, mungkin dengan maskerisasi," katanya.

Ia bersyukur saat ini masalah itu perlahan pencemaran udara itu berkurang. Menurutnya respons dari berbagai pihak sangat membantu memperbaiki kondisi udara di sekitar sekolah.


"Alhamdullilah, kemarin saya lihat dari kepolisian juga sudah memberikan police line untuk kegiatan peleburan timah, untuk yang lainnya sementara pengurangan aktivitas pembakaran," katanya.

Selain itu, kata Juhaedin, target mereka saat ini yakni menyelesaikan tujuh ruangan kelas sudah terpasang dengan alat-alat yang steril dalam tiga hari yang mana di dalamnya terpasang dua blower dan dua kipas angin, tanaman hijau dan satu aki room besar sebagai filter kelembaban udara di dalam ruangan.

"Insyaallah, mudah-mudahan dengan pemasangan alat ini anak-anak tidak lagi merasa sesak, mencium bau yang menyengat dari asap pembakaran arang tersebut," kata Juhaedin.



Sementara itu, anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Viani Limardi, tampak mengunjungi sekolah. Viani meninjau sejauh mana dampak pencemaran itu di sekolah yang dekat dengan pabrik pencemar udara.

"Hari ini kita ke sini lihat keadaan di sekolah dan seberapa parah dampak asap itu terhadap sekolah ini. Ternyata lumayan parah. Kita juga akan tinjau ke lokasi apakah masih banyak dari industri itu masih menjalankan operasional produksi mereka," ujar Viani di lokasi.

Tercemar Polusi Udara Pabrik, Aktivitas SDN 07 Cilincing Sangat TergangguFoto: SDN Cilincing 07 Pagi (Farih Maulana Sidik/detikcom)


Viani tampak berbincang dengan kepala sekolah dan meninjau ruang kelas yang kini sedang dalam pemasangan alat-alat filter udara.

"Untuk saat ini ada bantuan dari pak gubernur ada memasang filter udaranya dari kertas tadi ya sama dikasih kipas angin dan akuarium serta tanaman hidup di setiap kelas yang akan dipasang di 7 kelas di sekolah ini," ujarnya.
(gbr/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com