detikNews
Rabu 18 September 2019, 11:31 WIB

Kemendikbud Cek SD di Bekasi yang Sempat Viral karena Belajar Lesehan

Isal Mawardi - detikNews
Kemendikbud Cek SD di Bekasi yang Sempat Viral karena Belajar Lesehan Foto: Kemendikbud Cek SD di Bekasi yang Sempat Viral karena Belajar Lesehan (Isal Mawardi/detikcom)
Bekasi - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengecek sekolah di Bekasi yang sempat viral karena belajar lesehan sejak 2017. Pengecekan dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Ludin.

Pantauan detikcom, tampak Muchlis bersama jajarannya melihat-lihat kondisi di lantai 1 dan lantai 2 SDN Pekayon Jaya 3, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (18/9/2019) pagi. Setelah itu Muchlis mengadakan rapat tertutup bersama guru SDN Pekayon Jaya III di ruang guru.

"Ini saya datang untuk memastikan bahwa anak-anak yang belajar di lantai itu sudah teratasi dengan baik. Kemarin itu memang ada perpindahan antara perbaikan yang tidak sinkron dengan perencanaan yang tidak sinkron sehingga ada kekosongan waktu. antara pengadaan kursinya, dengan masa belajar anak-anak," ujar Muchlis.

"Sehingga anak-anak terpaksa harus belajar dulu di lantai," lanjutnya.

Muchilis menyebut meja dan kursi di SDN Pekayon 3 sudah tersedia. Meja dan kursi itu didapat dari sekolah merger.







"Tapi hari ini sudah dipastikan sudah teratasi dengan kursi-kursi yang diambil dulu dari hasil merger," ujar Muchlis.

Muchlis mengakui pengadaan bangku sekolah sedikit molor. Sebab, pengadaan barang dilakukan secara bertahap dan perlu waktu.


Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Ludin.Inspektur Jenderal Kemendikbud Muchlis Rantoni Ludin. Foto: Isal Mawardi/detikcom


"Ya karena kan harus ada proses, pengadaan tidak seperti beli barang di warung. Dia harus ditenderkan, harus lihat e-katalog, harus ada proses-proses itu dan proses itu harus bertahap nah itulah yang menyebabkannya tidak matching antara waktu pengadaan dengan proses pembelajaran," ujar Muchlis.

Siswa SDN Pekayon Jaya 3 diketahui belajar lesehan sejak 2017. Muchlis mengatakan belajar lesehan berpengaruh kepada konsentrasi siswa.

"Ketidaknyamanan, pertama itu, kedua konsentrasi terganggu jadi tidak wajarlah walaupun sebetulnya di beberapa mata pelajaran mereka bisa sambil lesehan, sambil keluar tidak mesti di dalam kelas," ujar Muchlis.




(isa/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com