detikNews
Rabu 18 September 2019, 07:39 WIB

Round-Up

Akhir Haru Insiden Polisi Nemplok Mobil di Pasar Minggu

Tim detikcom - detikNews
Akhir Haru Insiden Polisi Nemplok Mobil di Pasar Minggu Foto: Bripka Eka Setiawan dan Tavipuddin bersalaman (Grandyos Zafna)
Jakarta - Insiden Bripka Eka Setiawan nemplok di kap mobil pelanggar lalu lintas di Pasar Minggu, Jaksel, berakhir damai. Anggota Satlantas Wilayah Jakarta Selatan itu akhirnya mencabut laporan terhadap Tavipuddin, pengemudi mobil Honda Mobilio.

Eka memutuskan untuk tidak memperpanjang kasus itu ke ranah hukum. Dengan alasan kemanusiaan, Eka mencabut laporannya dan memaafkan Tavipuddin.

"Saya atas nama pribadi saya akan cabut laporan saya dan saya akan selesaikan dengan cara kekeluargaan," kata Bripka Eka kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Sebelumnya, Eka melaporkan Tavipuddin ke Polsek Pasar Minggu karena melawan petugas saat hendak ditilang. Namun Eka kemudian memutuskan mencabut laporan setelah mengetahui kondisi kesehatan Tavipuddin.

"Awalnya kita nggak tahu (Tavipuddin sedang sakit). Setelah pas sudah di Polsek, saya komunikasi dengan ibu (istri Tavipuddin), ibu itu baik. Karena memang istri dia itu menyampaikan kondisi bapak seperti itu habis dikemo sebanyak 6 kali, kalau nggak salah, jadi kita maafkan aja, kita maafkan semua," ungkap Eka.



Eka kemudian menceritakan peristiwa pada Senin (16/9) di Jalan Raya Pasar Minggu, Jaksel itu. Awalnya, dia bersama anggota Dishub Jaksel sedang melakukan razia kendaraan yang parkir sembarangan.

Pada saat itu petugas hendak menderek mobil Tavipuddin karena parkir di trotoar. Namun Tavipuddin melawan dan hendak melarikan diri.

Mengetahui hal itu, Eka menghalangi mobil Tavipuddin. Namun tidak disangka hal itu tidak membuat Tavipuddin berhenti. Dia justru menyeruduk Eka hingga Eka nemplok ke kap mesin mobil.

Eka terseret sejauh 200 meter. Tavipuddin baru berhenti setelah mobilnya menabrak mobil Daihatsu Ayla. Eka menyadari tindakannya itu membahayakan keselamatannya.

"Saya tahu ini sangat membahayakan untuk diri saya, untuk anak dan istri saya, tapi ini tugas kami," lanjut Eka sambil menangis.

Eka mengaku deg-degan ketika itu. Namun dia hanya berdoa agar selamat.

"Perasaan saya selama kejadian itu, saat di atas kap saya hanya berserah diri kepada Allah SWT," kata Eka.









Usai insiden itu, Tavipuddin diperiksa polisi. Dalam pemeriksaan diketahui ternyata Tavipuddin menderita penyakit kanker getah bening stadium 4. Hal ini membuat Eka membuka pintu maaf dan mencabut laporannya atas insiden itu.

Perdamaian ini pun disambut tangis haru Tavipuddin dan istrinya. Tapivudin meminta maaf atas kejadian itu.

"Dengan ini saya meminta maaf kepada masyarakat, khususnya kepada Bripka Eka, yang telah mungkin menjadi korban walaupun tidak ada yang terluka. Saya meminta maaf kepada semua masyarakat dan juga institusi Polri," kata Tavipuddin sambil terisak.

Tavipuddin mengakui kesalahannya. Dia kembali meminta maaf atas insiden itu.

"Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak meniru apa yang saya perbuatan. Apa yang saya lakukan ini salah dan saya meminta maaf sedalam-dalamnya dan sebesar besarnya," sambung Tavipuddin.



Insiden ini juga menjadi perhatian Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono. Gatot mengapresiasi tindakan berani Eka, namun begitu ia mengimbau agar hal ini tidak terulang oleh anggota lain karena sangat membahayakan keselamatan.

"Kapolda sampaikan apresiasi, tapi jangan diulangi lagi, itu rawan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/9/2019).





(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com