detikNews
Rabu 18 September 2019, 06:28 WIB

Pencari Suaka Kembali Ke Kebon Sirih, Pemprov Minta UNHCR Tegas

Arief Ikhsanudin - detikNews
Pencari Suaka Kembali Ke Kebon Sirih, Pemprov Minta UNHCR Tegas Pencari suaka kembali ke trotoar Kebon Sirih (Foto: Ari Saputra/detikcom).
Jakarta - Pencari suaka kembali menempati trotoar Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pemprov DKI Jakarta meminta Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) tegas terhadap para pencari suaka.

"Kita ngerinya HAM (kalau) kita usir ini-nya orang, (nanti disebut) melanggar. Kalau kita bersama UNHCR mengusirnya kan enak," ucap Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri, saat dihubungi detikcom, Selasa (17/9/2019).

Menurut Taufan, UNHCR tidak tegas soal pencari suaka. Malah, Taufan menyebut, UNHCR seakan menyerahkan persoalan kepada pemerintah daerah (pemda).

"Kasihan pemdanya kegigit persoalan," kata Taufan.

Ada sekitar 81 orang yang berada di trotoar Kebon Sirih. Mereka adalah orang yang sudah mendapatkan uang dari UNHCR selepas meninggal penampungan sementara di lahan eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat.

"Kita mau angkut, orang itu sudah dikasih uang oleh UNHCR. Masa kita kembalikan lagi ke Kalideres. Mereka harusnya punya kesadaran sendiri pengungsi itu, kan sudah diberikan uang, kenapa masih balik. Itu yang jadi masalah," kata Taufan.

Jika pencari suaka mempermasalahkan uang yang dibagikan oleh UNHCR, mereka tidak seharusnya berada di trotoar.

"Kalau memang tidak cukup, ya minta kepada UNHCR. Perwakilan saja tidak usah (di trotoar ramai) begitu. Protes menimbulkan ketidaknyamanan kepada Pemerintah DKI dan pusat. Seakan tidak bisa tangan masalah," ucap Taufan.

Diketahui, pencari suaka kembali menduduki trotoar Jalan Kebon Sirih, di sekitar kantor UNHCR. Sejumlah pejalan kaki yang melintas di wilayah tersebut merasa terganggu.

"Ya mungkin agak mengganggu sih ya. Soalnya kan banyak pejalan kaki. Jadinya dia (pencari suaka) tinggal di sini mengganggu jalan. Banyak juga yang tidur di sini, nggak layak ya," kata salah seorang pejalan kaki, Rizki (17), saat melintasi trotoar di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

Menurut Rizki, seharusnya para pencari suaka ini ditempatkan di suatu lokasi yang layak. Sebab, pejalan kaki seperti dirinya terganggu saat melintas.

"Harusnya ada tindakan, harus ditempatkan yang layak biar nggak ganggu pejalan sih," ujar Rizki.
(aik/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com