detikNews
Selasa 17 September 2019, 19:01 WIB

Kasus Penipuan Terkait Pendiri Kaskus, Polisi Tetapkan Sejumlah Tersangka

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Kasus Penipuan Terkait Pendiri Kaskus, Polisi Tetapkan Sejumlah Tersangka Foto: Kombes argo Yuwono (Samsudhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Polda Metro Jaya telah menetapkan lima orang tersangka terkait kasus pemalsuan dokumen yang diduga melibatkan pendiri kaskus Andrew Darwis. Berkas kelima tersangka telah dilimpahkan ke Kejati DKI.

"Yang di Krimum ada beberapa tersangka, sudah dilimpahkan ke Kejati DKI," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Namun Argo belum memberikan informasi detail siapa-siapa saja pihak yang telah dijadikan sebagai tersangka. "Ini sedang saya cek," kata Argo.

Sebelumnya Jack Lapian yang mengaku sebagai kuasa hukum pelapor Titi Sumawijaya Empel menyebutkan pihaknya juga telah melaporkan Susanto ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Jack Lapian mengklaim Susanto bersama beberapa pelaku lainnya sudah ditahan polisi dalam laporan pertama itu.

"Jadi kasus ini perkara awalnya itu sudah dilaporkan ke Krimum, ditangani oleh Jatanras itu 23 Januari dilaporkan. Memang sudah dijadikan tersangka Susanto, sempat ditahan juga, Saudara Ti, Kev juga," kata Jack Lapian, Senin (16/9/2019).

"Terkait dengan ini, kami membuka laporan baru, akhirnya ditangani Krimsus, khususnya untuk Andrew Darwis. Kami duga kuat, selain memalsukan, terindikasi kami duga kuat TPPU," lanjut Jack.

Menurut Jack, pelaporan Titi atas Andrew masih berkaitan dengan kasus sebelumnya. Andrew dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan dugaan pemalsuan dokumen dan pencucian uang.

Laporan itu bermula ketika Titi meminjam uang Rp 15 miliar kepada DW yang disebutnya sebagai tangan kanan Andrew Darwis, dengan jaminan sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim, Jaksel. Namun, dari Rp 15 miliar itu, Titi hanya mendapat Rp 5 miliar.

Pinjaman itu dilakukan pada November 2018. Belum genap sebulan, tepatnya Desember 2018, Titi mengetahui sertifikat gedung miliknya berganti nama menjadi milik Susanto dan terakhir menjadi atas nama Andrew Darwis.

"Pinjam-meminjam ini harusnya 13 tahun dan biasanya founder itu kalau sampai balik nama itu biasanya orang itu tidak membayar utangnya. Ini belum juga berjalan setahun, belum juga berjalan sebulan, 3 minggu sudah dibalik nama. Jadi ini diduga memang sindikat," kata Titi di Polda Metro Jaya, Senin (16/9).








Tanggapan Pihak Andrew Darwis

Andrew Darwis membantah terlibat dalam dugaan pemalsuan dokumen dan pencucian uang yang dituduhkan oleh Titi. Andrew bahkan mengaku tidak kenal dengan Titi dan tidak pernah melakukan transaksi jual-beli obyek gedung dengannya.

"Bahwa klien kami tidak mengenal orang bernama Titi Sumawijaya Empel, klien kami baru mengetahui nama tersebut sejak adanya laporan polisi dan orang tersebut tidak pernah meminjam uang kepada klien kami," kata Abraham Srijaya selaku kuasa hukum Andrew dalam keterangannya kepada detikcom, Selasa (17/9/2019).

Abraham mengatakan, kliennya memang mengenal DW--orang yang pertama terlibat pinjam-meminjam uang dengan Titi--sejak pertengahan 2018. Namun dia menegaskan bahwa DW bukan kaki tangan Andrew seperti disebutkan oleh Titi dan Jack Lapian.

Dia juga menegaskan Andrew juga tidak mengetahui soal pinjam-meminjam uang dengan Titi.

"Klien kami sama sekali tidak mengetahui terkait adanya pinjam-meminjam antara Titi Sumawijaya Empel dan pihak siapa pun juga dan klien kami sama sekali tidak mengetahui terkait adanya pinjam-meminjam yang melibatkan tanah dan bangunan yang dibeli dari Susanto Tjiputra," jelas Abraham.

Abraham menyebutkan Andrew hanya melakukan jual-beli gedung--yang terletak di Jalan Panglima Polim Raya, Kebayoran Baru, Jaksel--itu dengan Susanto Tjiputra. Proses jual-beli itu, ditegaskannya, melalui proses dan ketentuan yang berlaku.

"Bahwa telah dilakukan checking oleh PPAT/Notaris dengan hasil: bersih, artinya tidak ada permasalahan apa pun dan dapat dilakukan jual-beli. Dilaksanakan jual-beli di hadapan PPAT, telah dilakukan serah-terima objek jual-beli (tanah dan bangunan) dan sudah dibayar lunas. Telah dilaksanakan balik nama atas sertifikat oleh BPN menjadi atas nama pembeli/klien kami," tuturnya.



(mei/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com