detikNews
2019/09/17 18:30:56 WIB

Mahasiswa di Jambi Tuntut Jokowi Copot Pejabat Tak Becus Tangani Karhutla

Ferdi Almunanda - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mahasiswa di Jambi Tuntut Jokowi Copot Pejabat Tak Becus Tangani Karhutla Foto: Mahasiswa di Jambi demo terkait karhutla. (Ferdi Almunanda/detikcom).
Jambi - Tak hanya di Palembang dan Riau, demo terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga terjadi di Jambi. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di kantor Gubernur dan menuntut Presiden Joko Widodo memenuhi janjinya mencopot pejabat yang tak bisa menangani karhutla.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Karhutla dan Kabut Asap Jambi itu juga meminta Gubernur Jambi, Fachrori Umar peduli terhadap kondisi masyarakat Jambi yang kini tengah terkepung oleh asap pekat. Apalagi kabut asap di Jambi sudah dalam kategori tidak sehat, bahkan berbahaya.

"Kami di sini ingin menagih komitmen Presiden Joko Widodo yang dilakukan pada rapat kerja nasional karhutla pada 6 Agustus 2019 lalu di Istana Negara terkait dengan pencegahan dan pengendalian karhutla," kata Presiden BEM Universitas Jambi, Ardy Irawan dalam orasinya saat sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo di kantor Gubernur Jambi, Selasa (17/9/2019).


Jokowi saat itu berjanji akan mencopot pangdam, kapolda hingga komandan korem yang tidak bisa mengatasi permasalahan karhutla. Para mahasiswa menagih janji itu karena saat itu permasalahan karhutla sudah cukup serius, termasuk di Jambi.

"Di mana janji itu Presiden menyebutkan akan mencopot jabatan baik dari Pangdam, Kapolda maupun komandan korem yang tidak mampu dalam mengatasi permasalahan karhutla. Namun karhutla masih terjadi dan kabut asap makin pekat dirasakan masyarakat terutama di beberapa daerah di Jambi," sebut Ardy.

Selain menagih janji Jokowi, para mahasiswa juga mendesak Gubernur Jambi selaku kepala daerah agar lebih peduli dalam mengatasi persoalan kondisi asap yang semakin mengganggu kesehatan masyarakatnya. Dalam aksi unjuk rasa itu, para mahasiswa juga menyindir Fachrori seperti tidak mampu dalam mengatasi persoalan kabut asap serta tidak dapat bersuara di tengah kondisi asap yang mulai pekat ini.


Ardy mengingatkan agar pemerintah daerah memberikan sanksi kepada perusahaan yang melakukan pembakaran lahan. Mahasiswa juga meminta Pemprov serius menangani permasalahan karhutla dengan memberikan penyediaan fasilitas bagi korban terdampak karhutla.

"Kami di sini hanya meminta gubernur Jambi dapat peduli akan kondisi saat ini. Kami juga mendesak gubernur rekomendasi kepada pihak berwenang untuk memberikan sanksi administratif kepada perusahaan yang lahan-nya terbakar," tegasnya.

"Serta kami juga meminta gubernur serius dalam menangani persoalan kabut asap yang pekat ini dengan memberikan penyediaan fasilitas kesehatan rumah aman sebagai wilayah yang terdampak kabut asap yang parah,'' lanjut Ardy.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com