detikNews
Selasa 17 September 2019, 17:06 WIB

Kepsek Bantah Guru Olahraga Aniaya Murid SD: Jangan-jangan Jatuh

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kepsek Bantah Guru Olahraga Aniaya Murid SD: Jangan-jangan Jatuh Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Bogor - Pihak kepala sekolah membantah dugaan penganiayaan guru olahraga terhadap salah satu murid SD di Bogor. Kepala sekolah menduga korban terluka karena jatuh saat bermain dengan teman-temannya.

Kepsek--yang diinisialkan BM--menyangsikan bahwa bocah laki-laki berusia 9 tahun itu dianiaya oleh guru olahraga. Menurutnya, hal itu perlu dibuktikan dengan sebuah visum.

"Kita perlu divisum kan, kemudian kronologinya gimana. Kalau dicubit, itu kan biru sedikit. Masak, itu kayak baret. Jangan-jangan anak jatuh, saat bercanda dengan temannya," kata BM ditemui di ruangannya, Bogor, Selasa (17/9/2019).

BM mengatakan olahraga dilaksanakan setiap hari Sabtu. Semua anak kelas III, IV, dan V berolahraga bersama.

"Ya namanya anak mungkin bercanda, guru olahraga, dia merapikan barisan. Kalau dicubit bekasnya nggak gitu. Bekasnya ini seperti bekas jatuh. Jangan nuduh gitu seperti penganiayaan," kata BM.




BM meminta klarifikasi kepada orang tua korban. BM menuding 'penganiayaan' itu adalah setting-an.

"Kita juga perlu klarifikasi. Saya tanya anak, mungkin ketika ada orang tua seperti di-setting. Saya tanya anak sendiri, apakah dicubit, diam (anak)," ucapnya.

BM mengatakan orang tua korban sempat datang ke sekolah untuk bertemu dengan guru olahraga tersebut, pada Senin (16/9). Namun guru olahraga berinisial T itu sedang tidak masuk karena sakit.

"Saya juga sempat bilang ke orang tuanya. Tolong dong jangan pakai emosi. Jadi saat Senin kemarin pagi harinya sekitar jam 09.00 WIB, orang tua anak itu datang dengan satu orang AA. Saya jelaskan, pak T guru olahraga itu datangnya siang. Nanti saya beri tahu apakah dia hadir atau tidak, saya telepon dulu. Jam 2 siang mudah-mudahan dia hadir, orang tua anak itu langsung pergi," sambungnya.

BM juga mengaku sudah mengecek luka memar pada tubuh korban. Menurut BM, luka tersebut bukan luka memar, melainkan luka baret.

"Saya lihat. Kalau dicubit, bekasnya paling biru, tapi yang saya lihat di tubuh anak ada gores, darah-darah dikit. Warnanya biru, agak merah seperti terbaret. Makanya saya praduga, bukan berarti kesimpulan saya itu bukti. Nanti kan yang menentukan polisi dan visum," tuturnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com