detikNews
Selasa 17 September 2019, 15:00 WIB

Listrik Mati, Gugatan Pengguna KRL ke PLN Masuki Mediasi

Yulida Medistiara - detikNews
Listrik Mati, Gugatan Pengguna KRL ke PLN Masuki Mediasi Gedung PN Jaksel (Ari/detikcom)
Jakarta - Pengguna KRL Commuter line, Azas Tigor Nainggolan, mengajukan gugatan perdata terhadap PT PLN (Persero) karena terjebak di Stasiun Bogor saat terjadi pemadaman listrik massal pada 4 Agustus. Kedua pihak sepakat melakukan mediasi selama 30 hari.

"Ya, sudah lengkap untuk kita lanjut ke mediasi," kata ketua majelis hakim Toto Ridarto di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Hakim pun menunjuk hakim Kartim Khaerudin sebagai mediator kedua pihak. Nantinya majelis hakim akan kembali membuka perkara tersebut setelah menerima hasil mediasi.

"Baik, demikian, kami akan menunjuk calon mediator. Kami menunjuk Pak Kartim Khaerudin (Hakim PN Jaksel) untuk menjadi mediasi," kata Toto.

Seusai persidangan, Tigor mengaku membuka peluang untuk pengadaan mediasi. Asalkan pihak PLN mau mengabulkan tuntutannya, yaitu meminta maaf hingga mengganti rugi sebesar Rp 6500.

"Kami melalui kuasa hukum sepakat kalau memang apa yang diminta kami diterima ya dia mengaku salah melakukan perbuatan melawan hukum waktu black out tanggal 4 Agustus yang lalu. Lalu dia minta maaf secara publik dan membayar ganti rugi kepada saya Rp 6.500 nggak ada masalah, kami terima. Yang penting tuntutan itu diterima dan mau dipenuhi oleh PT PLN," ujarnya.

Sidang selanjutnya digelar pada Selasa (24/9) dengan agenda mediasi di antara kedua pihak.

Sebelumnya, Azas Tigor mengajukan gugatan terhadap PT PLN karena terjebak di Stasiun Bogor saat terjadi pemadaman listrik massal pada 4 Agustus 2019. Tigor mengatakan tiba di Stasiun Bogor sekitar pukul 13.00 WIB pada Minggu (4/8).

Kala itu, Tigor mengatakan, dia menunggu kejelasan pemadaman listrik, hingga akhirnya dia pulang ke Jakarta dijemput sang anak pukul 21.00 WIB. Dia meminta hakim menyatakan PLN bersalah melakukan perbuatan melawan hukum dan meminta PLN meminta maaf secara terbuka. Tigor juga menuntut ganti rugi senilai Rp 6.500 sebagai ganti rugi biaya tol dari Bogor-Jakarta.
(yld/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com