detikNews
Selasa 17 September 2019, 06:49 WIB

Data Airvisual: Udara Palangka Raya Berbahaya, Jambi-Pekanbaru Tidak Sehat!

Eva Safitri - detikNews
Data Airvisual: Udara Palangka Raya Berbahaya, Jambi-Pekanbaru Tidak Sehat! Asap karhutla di Riau (Foto: Istimewa)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Riau berdampak pada kualitas udara. Data AirVisual menunjukkan kualitas udara di Pekanbaru dan Palangka Raya dinyatakan dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Data Air Quality Index (AQI) yang digunakan AirVisual menunjukkan bahwa kualitas udara di beberapa titik karhutla masih tidak sehat hingga berbahaya. Kualitas udara di Palangkaraya berbahaya, sementara kualitas udara di Pekanbaru tidak sehat.



Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut. Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

Data terbaru, wilayah Palangkaraya tercatat pada angka 434 AQI alias berada dalam kondisi berbahaya pada, Selasa (17/9/2019) pukul 05.00 WIB. Pada waktu yang sama, wilayah Pekanbaru tercatat juga berbahaya yang berada pada angka 199 AQI.



Sementara itu, untuk wilayah Jambi dinyatakan sangat tidak sehat. Kualitas udara tercatat pada angka tercatat pada angka 278 AQI US. Kemudian, Palembang juga dinyatakan tidak sehat dengan angka 166 AQI US.

Jika merujuk pada data kualitas udara BMKG, udara di beberapa wilayah yang mengalami karhutla juga masih dalam kondisi tidak sehat. BMKG memakai Nilai Ambang Batas (NAB) adalah Batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. NAB PM10 = 150 Āµgram/m3. Dengan kategori baik 0-50, sedang 50-150, tidak sehat 150-250, sangat tidak sehat 250-350, dan berbahaya 350 lebih.


Terpapar Asap Pekat, Ibu Hamil dan Anak di Pekanbaru Cemas:

[Gambas:Video 20detik]




(mae/eva)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com