Tata Cara Puasa Nabi Daud, Niat, dan Keutamaannya

Tata Cara Puasa Nabi Daud, Niat, dan Keutamaannya

Niken Widya Yunita - detikNews
Selasa, 17 Sep 2019 06:43 WIB
Tata Cara Puasa Nabi Daud, Niat, dan Keutamaannya/Foto: iStock
Tata Cara Puasa Nabi Daud, Niat, dan Keutamaannya/Foto: iStock
Jakarta - Selain puasa Senin-Kamis, ada juga puasa Nabi Daud. Pengertian puasa Nabi Daud yakni puasa yang dilakukan selang-seling, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka.

Puasa Daud disebut seperti itu karena puasa ini merupakan puasanya Nabi Daud. Sejarah singkatnya, Nabi Daud istiqamah melakukan amalan-amalan wajib dan sunnah. Nah, salah satu amalan sunnah yang dijadikan panutan adalah puasanya yang dikenal dengan puasa Daud.

Nabi Daud rutin melakukan puasa selang-seling sepanjang hidupnya. Untuk umat Nabi Muhammad, puasa ini hukumnya sunnah.

Bagaimana jika melaksanakan puasa Nabi Daud pada hari Jumat? Hukum melaksanakan puasa Nabi Daud yang jatuh pada hari Jumat adalah mubah atau diperbolehkan. Hal ini karena sedang menjalankan rangkaian puasa Nabi Daud.



Lalu bagaimana tata cara puasa Nabi Daud? Tata caranya sama dengan puasa yang lain. Bedanya waktunya selang-seling dan niatnya.

Berikut tata caranya:

1. Niat

Untuk puasa Nabi Daud, niat lebih baik dibaca saat malam hari. Tetapi, jika terlupa niat puasa Nabi Daud bisa dilafalkan saat pagi hari asalkan belum memakan apapun dan belum melakukan apapun yang dapat membatalkan puasa.


Niat puasa Nabi Daud yakni:

نَوَيْتُ صَوْمَ دَاوُدَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Huruf latin: Nawaitu Shauma Daawuda sunnatal lillahi ta'ala.

Artinya : "Saya niat puasa Daud, sunah karena Allah Ta'ala".

2. Makan Sahur

Makan sahur tidak diwajibkan, namun sunnah. Apabila tidak sahur karena terlambat bangun, tidak menjadi masalah asalkan tetap melafalkan niat puasanya.

3. Menahan Diri dari Hal-hal yang Membatalkan Puasa Daud

Yang membatalkan puasa Nabi Daud sama seperti puasa lainnya. Kita harus menahan makan dan minum, serta hawa nafsu sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

4. Berbuka

Dianjurkan menyegerakan berbuka puasa setelah mendengar adzan magrib.


Keutamaan puasa Nabi Daud yakni puasa ini lebih disukai Allah dibandingkan puasa sunnah lainnya. Hal ini sesuai sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا ، وَأَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ ، كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ

"Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari. Sholat yang paling disukai oleh Allah adalah sholat Nabi Daud. Ia tidur seperdua malam, bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya. (HR. Bukhari).

Selain puasa yang disukai Allah, banyak manfaat bisa dirasakan oleh orang-orang yang menjalankan ibadah Puasa Nabi Daud, antara lain:



a. Mencegah Sering Sakit

Manfaat puasa Nabi Daud bagi kesehatan tubuh adalah membuat kita menjadi jarang sakit. Kondisi kesehatan Nabi Daud selalu sehat dan jarang sakit.

Puasa Nabi Daud diibaratkan sebuah imunitas bagi tubuh. Kondisi tubuh menjadi lebih sehat terutama pada saluran pencernaan.

b. Detoksifikasi

Keajaiban puasa Nabi Daud lainnya yakni proses detoksifikasi bagi tubuh. Jika puasa Nabi Daud rutin maka dapat membuang segala jenis racun yang ada di dalam tubuh.

c. Menekan Hawa Nafsu

Keajaiban puasa Nabi Daud pun bisa mengontrol hawa nafsu. Hawa nafsu yang dimaksud tidak hanya nafsu syahwat atau gairah seks saja melainkan juga nafsu amarah.

Puasa ini cocok buat yang belum bisa menikah. Hal ini dikarenakan puasa Nabi Daud bisa menurunkan gejolak gairah seks secara efektif. (nwy/lus)