detikNews
Senin 16 September 2019, 22:35 WIB

Round-Up

Undangan 'Pesta Seks Gay' Jadi Isu Liar, Polisi Buru Penyebar

Tim detikcom - detikNews
Undangan Pesta Seks Gay Jadi Isu Liar, Polisi Buru Penyebar Foto: Ilustrasi LGBT (Dok-detikcom)
Tangerang Selatan - Sebuah undangan pesta seks untuk kaum gay tersebar viral di media sosial. Polisi memastikan undangan itu hoax. Polisi juga akan memburu penyebar info hoax itu.

Dirangkum detikcom, undangan soal pesta seks gay itu tersebar di media sosial hingga grup WhatsApp sejak beberapa hari ke belakang ini. Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ferdi Irawan mengatakan pihaknya telah mengecek soal info itu dan memastikan bahwa info itu hoax.

"Itu hoax," ujar Kapolres Tangsel AKBP Ferdi Irawan saat dihubungi detikcom, Senin (16/9/2019).

Ferdi mengatakan pihaknya telah mengecek kebenaran soal rencana kegiatan itu. Ferdi memastikan, tempat acara hingga panitia tidak pernah ada.

"Kalau hoax berarti panitia dan lain-lainnya tidak ada," imbuh Ferdi.

Dalam informasi yang beredar, pesta seks kaum gay itu bertemakan 'Private Party Barbaque Man Party'. Tertulis acara itu diselenggarakan oleh Said Future. 'It's Not Just Sex Party But More Than Sex Party', demikian tulisan pada undangan itu.

Tertulis juga bahwa acara itu akan diselenggarakan di Serpong, Tangerang Selatan pada Sabtu (28/9) mulai pukul 20.00 WIB sampai selesai. Di situ juga tercantum nomor kontak seseorang bernama Fauzi.

Dalam undangan itu peserta disarankan membawa makanan ringan dan kondom. Tercantum pula dresscode: red for B dan black for T.











Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono mengatakan pihaknya akan mengusut pelaku yang menyebarkan info hoax tersebut. Pelaku dinilai telah meresahkan masyarakat.

"Polres sampai saat ini melakukan penelusuran terkait siapa yang membuat, siapa yang menyebarkan berita ini," kata Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharam Wibisono kepada detikcom di kantornya, Jalan Promoter, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (16/9/2019).

Muharam mengatakan pihaknya telah menerima informasi viral itu dari masyarakat. Polisi juga sudah menelusuri informasi berupa selebaran di media sosial itu. Dari hasil penelusuran, polisi memastikan iklan itu hoax.

"Sudah (diselidiki), jadi berita atau pamflet atau iklan itu adalah berita hoax atau berita yang tidak benar," tegas Muharam.

Meski telah dipastikan info itu hoax, namun Muharam mewanti-wanti apabila kegiatan itu benar-benar dilaksanakan. Muharam menegaskan pihaknya akan menindak tegas karena pesta seks melanggar norma agama dan hukum.

"Pandangan dari segi hukum sendiri, jadi untuk pesta seks ini 'kan tentu di mana-mana yang judulnya pesta seks baik itu menyangkut kaum--yang mungkin kita sebut LGBT maupun pesta seks kaum-kaum lain, baik itu kaum hawa atau pun kaum adam ya--itu tentunya tidak diperbolehkan. Pesta seks itu dilarang baik dari segi agama maupun hukum," jelas Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Muharam Wibisono kepada detikcom di kantornya, Jalan Promoter, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (16/9/2019).

Muharam sendiri memastikan undangan pesta seks gay yang disebut bakal digelar 28 September 2019 itu hoax. Meski begitu, polisi tetap melakukan pencegahan agar hal itu tidak benar-benar terjadi.

"Tentunya antisipasi itu kita lakukan terus, antisipasi itu artinya pencegahan. Pencegahan di mana setiap malam minggu dan malam-malam lainnya, di daerah kerawanan di jam-jam untuk orang melakukan pesta-pesta baik itu seks atau narkoba, kita selalu melakukan patroli," kata Muharam.


(mei/mei)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com