Jenazah HS Dillon Akan Dikremasi di Krematorium Bali

Jenazah HS Dillon Akan Dikremasi di Krematorium Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 16 Sep 2019 21:44 WIB
HS Dillon/Foto: Ari Saputra
HS Dillon/Foto: Ari Saputra
Badung -

Pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Harbrinderjit Singh Dillon atau HS Dillon tutup usia di usia 74 tahun. Dillon meninggal karena komplikasi penyakit jantung dan paru-paru.

Dillon meninggal dunia pukul 18.27 WITa di RS Siloam Bali. Jenazahnya akan diupacara kenegaraan secara militer sebelum dikremasi.

"Sesuai rencana akan melakukan upacara kenegaraan secara militer di RSAD Denpasar. Rencana akan dikremasi di krematorium Mumbul besok jam 14.00 Wita," kata anak sulung Dillon, Haryasetyaka Singh Dillon kepada wartawan di RS Siloam, Jl Sunset Road, Badung, Bali, Senin (16/9/2019).

Harya mengatakan ayahnya sudah dirawat sekitar sejak 19 Agustus 2019 di Bali. Dia menuturkan ayahnya datang ke Bali untuk liburan bersama ibunya Drupadi S Harnopidjati.

"Sebulan yang lalu dirawat di sini komplikasi jantung dan paru-paru. Beliau lagi di sini liburan bersama ibu saya, ya bisa dibilang bulan madu kedualahm. Jadi beliau bersama istri terkasih menikmati Pulau Dewata ini, saya yakin sebagai anaknya bapak memilih Pulau Dewata ini sebagai rumah peristirahatan beliau terakhir," tuturnya.

Dillon meninggalkan tiga orang anak dan dua orang cucu. Semasa hidupnya, HS Dillon pernah menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Penanggulangan Kemiskinan (UKP2K) di era Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

HS Dillon juga kerap hadir di KPK untuk memberi masukan ataupun dukungan terkait pemberantasan korupsi di Indonesia.



(ams/fdn)