detikNews
Senin 16 September 2019, 17:42 WIB

5 Kriteria Ideal Kandidat Menag Menurut Pimpinan Komisi Agama DPR

Danu Damarjati - detikNews
5 Kriteria Ideal Kandidat Menag Menurut Pimpinan Komisi Agama DPR Foto ilustrasi Gedung Nusantara DPR/MPR (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Pimpinan Komisi VIII DPR yang membidangi isu agama memberikan ukuran-ukuran ideal yang harus dipenuhi menteri agama periode 2019-2024. Siapakah gerangan sosok yang dimaksud pimpinan komisi agama ini?

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menjelaskan lima kriteria yang wajib dimiliki menteri agama ke depan. Politikus Partai Gerindra ini menempatkan kriteria kepemimpinan sebagai kualitas wajib nomor satu yang harus dimiliki menag ke depan.



"Mempunyai leadership yang kuat, beribawa, serta manajerial yang moderen, efisien, dan efektif. Selama ini Kemenag termasuk yang lambat dan tertinggal melakukan reformasi birokrasi, sehingga masih banyak kultur dan kinerja birokrasi kemenag yang masih dikeluhkan oleh rakyat," tutur Sodik kepada wartawan, Senin (16/9/2019).

Kedua, menteri agama adalah bapak seluruh umat beragama di Indonesia. Maka kriteria selanjutnya adalah soal independensi. Menag haruslah orang yang tidak tergantung golongan manapun.

"Dia harus punya Independensi yg kuat dari bbg kepentingan praktis dan politis. Benar benar mengayomi seluruh umat dan seluruh agama dan golongan yang ada di Indonesia," kata Sodik.


Ketiga, menag ditutuntut mempunyai wawasan kebangsaan, kecerdasan, dan kebijaksanaan soal kerukunan umat beragama. Tujuannya, agar kerukunan umat beragam terbina sesuai budaya Bhinneka Tunggal Ika. Keempat, menag ke depan harus punya komitmen yang tinggi terhadap pembangunan karakter nasional, yakni membangun akhlak bangsa Indonesia.

"Sekarang karakter bangsa sangat dipengatuhi oleh faham faham dan nilai-nilai yang bertentangan dgn agama dan budaya Pancasila," ujar Sodik

Terakhir, menag ke depan haru smempunyai kemampuan lobi dan kerjasama denga Kerajaan Arab Saudi. Gunanya, supaya kebiajakan terkait pengelolaan haji dapat berjalan lebih lancar.



Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily, menyatakan Kemenag punya dua peran. Pertama, mewujudkan kerukunan umat beragama dan memberi pelayanan bidang keagamaan. Kedua, menjalankan fungsi pendidikan keagamaan. Maka menag ke depan harus punya kemampuan di bidang keagamaan sekaligus pendidikan. Menag juga harus mendukung nilai-nilai toleransi dan paham keagamaan moderat.

Kemenag mengelola perguruan tinggi, madrasah, pesantren, hingga pendidikan keagamaan lainnya. Dalam menjalankan fungsi pendidikan, Menag perlu mengarahkan pendidikan keagamaan pada pembentukan karakter dan jati diri bangsa berbasis pemahaman agama yang moderat. Figur menag harus memiliki terobosan untuk mengembangkan SDM unggul pada lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.

"Figur Menteri Agama harus memiliki terobosan untuk mengembangkan SDM unggul pada lembaga-lembaga pendidikan keagamaan. Potensi tersebut itu dimiliki oleh Kemenag," kata dia.

Menag juga perlu memiliki kriteria keagamaan yang moderat serta toleran. Ini berhubungan dengan kemampuan mengatasi potensi konflik umat beragama, hingga mengantisipasi potensi radikalisme berbasis agama.

Soal sosok parpol atau non-parpol yang sebaiknya memimpin Kemenag, Ace tak memandang dikotomi itu perlu.

"Kita serahkan kepada Pak Jokowi untuk memilih yang terbaik. Soal apakah Menteri Agama itu berasal dari Parpol maupun non-parpol, tidak perlu dikotomi. Di internal parpol juga banyak figur yang mumpuni sesuai dengan kriteria ideal. Dalam kalangan non-parpol juga banyak yang kompeten," tutur Ace.



Menag juga perlu punya kemampuan membina hubungan baik dengan ormas keagamaan, "Karena Ormas keagamaan ini merupakan stakeholder Kementerian ini."

Detikers juga dapat membantu Jokowi mencari Menag lewat polling 'Bantu Jokowi Cari Menteri' di sini. Caranya yaitu dengan memilih 'Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan'' lalu 'Calon Menteri Agama (non-incumbent)'. Polling berlangsung pada 10-30 September 2019.



(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com