detikNews
Senin 16 September 2019, 16:27 WIB

Sidang Proyek Bakamla, Terdakwa Ngaku Kembalikan 35 Ribu Euro ke KPK

Faiq Hidayat - detikNews
Sidang Proyek Bakamla, Terdakwa Ngaku Kembalikan 35 Ribu Euro ke KPK Sidang lanjutan kasus suap proyek Bakamla/Foto: Faiq Hidayat-detikcom
Jakarta - Managing Director PT Rohde dan Schwarz Indonesia, Erwin Arief mengaku mengembalikan uang 35 ribu Euro ke KPK. Uang tersebut berasal dari rekening pribadi yang diblokir KPK.

"Sudah atas permintaan KPK, saya gunakan uang pribadi yang diblokir, uang itu yang diblokir oleh KPK, dikembalikan pakai uang pribadi," kata Erwin Arief saat pemeriksaan terdakwa dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Dalam dakwaan, Erwin Arief disebut jaksa menikmati sebesar EUR 35.000 dari proyek satelit yang dilakukan PT Merial Esa. Ketika itu PT Merial Esa memesan produk satelit monitoring PT Rohde dan Schwarz dengan nilai kontrak EUR 11.250.000, padahal harganya barang EUR 8.000.000.

Kembali ke Erwin Arief, dia menyebut sempat didesak oleh Fayakhun Andriadi sebagai anggota DPR saat itu untuk bertemu Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah setelah anggaran proyek Bakamla yaitu satelit monitoring dan drone disahkan DPR. Sebab Fayakhun kesulitan untuk menghubungi Fahmi Darmawansyah.

"Waktu itu Pak Fayakhun nelepon pak Fahmi itu tidak berhasil. Akhirnya pak Fayakhun mendesak saya berkali-kali untuk menyampaikan pesen beliau itu ke pak Fahmi. Fayakhun cuma memberitahukan bahwa anggaran mau disahkan dan pak Fahmi ini dealnya seperti apa," ujar Erwin.

Erwin menyebut Fayakhun dan Fahmi mempunyai deal atau kesepakatan dalam proyek tersebut. Dia pun mengirimkan pesan singkat dari Fayakhun pada Fahmi melalui orang kepercayaannya Adami Okta.

"Saya tanyakan langsung, Pak Kun ini dealnya gimana, karena dia mendesak terus, akhirnya Fayakhun sampaikan satu persen," tutur dia.

Pada akhirnya, sambung Erwin mengetahui Fahmi memberikan uang fee sekitar USD 911 ribu kepada Fayakhun. Bukti transfer uang fee tersebut diperlihatkan dari Adami Okta.

"Pak Adami ngirim buktinya, karena pak Fayakhun mendesak apabila sudah ditransfer coba tolong buktikan. Kirim buktinya dan Adami ngirim buktinya, dan Adami kirim, saya langsung forward ke Fayakhun," jelas Erwin.

Erwin Arief dalam perkara ini didakwa memberikan suap sebesar USD 911.480 atau Rp 12 miliar lebih ke Fayakhun Andriadi ketika menjabat sebagai anggota DPR. Erwin sendiri disebut sebagai Managing Director PT Rohde dan Schwarz Indonesia yang memberikan suap itu agar Fayakhun menambahkan anggaran proyek Bakamla pada APBN-P Tahun 2016.

Perbuatan Erwin Arief dilakukan bersama-sama dengan Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah. Uang tersebut berasal dari PT Merial Esa yang ikut tender proyek Bakamla yaitu satelit monitoring dan drone.


Simak juga video "Nama Menag Disebut Terima Duit Rp 70 Juta" :

[Gambas:Video 20detik]


(fai/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com