Tolak RKUHP, Massa Demo Bawa Jeruji di Depan Gedung DPR

Tolak RKUHP, Massa Demo Bawa Jeruji di Depan Gedung DPR

Jefria Nandy Satria - detikNews
Senin, 16 Sep 2019 14:35 WIB
Massa aksi di DPR membawa mobil komando yang dipasangi pipa hingga berbentuk seperti jeruji penjara. (Jefrie/detikcom)
Massa aksi di DPR membawa mobil komando yang dipasangi pipa hingga berbentuk seperti jeruji penjara. (Jefrie/detikcom)
Jakarta - Elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat untuk Keadilan Demokrasi menggelar aksi di depan gedung DPR RI. Massa meminta pengesahan RUU KUHP ditunda.

Pantauan detikcom, sekitar seratusan massa memulai aksi di depan gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pukul 13.30 WIB, Senin (16/9/2019). Mereka membawa mobil komando yang dipasangi pipa hingga berbentuk seperti jeruji penjara.

Tolak RKUHP, Massa Demo Bawa Jeruji di Depan Gedung DPRMassa Aliansi Masyarakat untuk Keadilan Demokrasi menggelar demo terkait RKUHP di depan gedung DPR. (Jefrie/detikcom)

Massa berorasi secara bergantian di balik 'jeruji penjara' itu. "Ini di depan kita ada semacam gambaran jeruji besi, ini menggambarkan ketika RKUHP disahkan akan memenjarakan masyarakat," kata salah satu orator.

Massa juga membentangkan spanduk bertulisan 'RKUHP ancam demokrasi, tunda untuk semua'. Di spanduk lain yang bertulisan 'Tunda RKUHP hapus pasal ngawur demi demokrasi Indonesia' terlihat banyak bubuhan tanda tangan.

Juru bicara Aliansi Masyarakat untuk Keadilan dan Demokrasi Nining Elitos mengatakan RKHUP memang peninggalan kolonial. Mereka ingin perbaikan RKHUP itu jadi yang terbaik untuk kepentingan rakyat Indonesia.

"Tetapi pasal-pasal tentang Pasal Penghinaan Kepala Negara, Pasal tentang Penghinaan terhadap Pemerintah ini akan dihidupkan. Artinya kita ini akan kembali pada rezim otoriter. Rakyat tidak lagi boleh bersuara, rakyat tidak lagi boleh mengkritik atas kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat," kata Nining, yang juga Ketum Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).


Nining mengatakan mereka meminta RKUHP ditunda hingga masyarakat dilibatkan dalam pembahasan RKUHP.

"Maka kita menghendaki tunda RKUHP ini sampai pada bagaimana pemerintah, legislatif, eksekutif melibatkan seluruh stakeholder masyarakat sipil dan stakeholder yang kemudian keterlibatan kepentingannya," ujarnya.

Aksi masih berlangsung hingga pukul 14.24 WIB. Arus lalu lintas di depan gedung DPR berjalan normal. (idh/tor)