detikNews
2019/09/14 13:13:48 WIB

Nilai Trotoar Tak Eksklusif untuk Pejalan Kaki, Anies: Jangan Diskriminatif

Farih Maulana Sidik - detikNews
Halaman 1 dari 2
Nilai Trotoar Tak Eksklusif untuk Pejalan Kaki, Anies: Jangan Diskriminatif PKL berjualan di trotoar Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan mengakomodasi pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di trotoar. Dia menilai trotoar tidak eksklusif hanya ditujukan untuk pejalan kaki, tapi juga bisa digunakan PKL untuk berjualan atas dasar prinsip kesetaraan kesempatan.

"Kita lihat satu adalah kita ingin di Jakarta dibangun dengan prinsip keadilan, kesetaraan. Kesetaraan kesempatan dalam semua aspek. Lalu, kedua, ada ketentuan hukumnya, jadi kita akan bekerja mengikuti ketentuan hukum yang ada," ujar Anies di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/2019).

Anies mengatakan kebijakan itu diambil lantaran masih banyak aturan yang mendiskriminasi kelompok yang lemah. Menurutnya, tugas pemerintah adalah memberikan kesempatan kepada kelompok tersebut agar tetap bisa mencari nafkah.


"Jangan sampai kita diskriminatif pada mereka yang masih lemah, sudah terlalu banyak kebijakan kita itu yang diskriminatif pada yang lemah dan justru fungsinya pemerintah itu adalah memberikan kesempatan yang kecil untuk jadi yang lebih besar," katanya.

Namun Anies memastikan tidak akan menyamaratakan semua trotoar bisa digunakan untuk PKL berjualan. Dia menilai trotoar yang bisa digunakan PKL berjualan hanya yang ukurannya lebar agar tak mengganggu hak pejalan kaki.

"Ada jenis trotoar yang tidak mungkin ada orang yang berjualan, ada trotoar yang secara ukuran memungkinkan untuk berjualan," jelas Anies.

"Jadi kebijakan soal trotoar ini tidak bisa seperti pengamat itu mengatakan, satu pendekatan untuk semua trotoar. Kami pun nggak akan begitu, ada trotoar yang bisa dan ada trotoar yang tidak bisa untuk berjualan," sambungnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com