detikNews
Sabtu 14 September 2019, 09:15 WIB

Jokowi Diminta Copot Aparat Tak Atasi Karhutla, PDIP: Tak Boleh Gegabah

Dwi Andayani - detikNews
Jokowi Diminta Copot Aparat Tak Atasi Karhutla, PDIP: Tak Boleh Gegabah Ilustrasi karhutla (Foto: Antara Foto/Rony Muharrman)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Jakarta - Partai Gerindra dan PAN menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot pejabat TNI/Polri yang tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. PDIP menyebut pencopotan mudah dilakukan oleh Jokowi namun tidak dilakukan dengan gegabah.

"Saya percaya Presiden pegang janji, masalah pencopotan itu masalah mudah tapi tidak boleh gegabah," ujar Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari saat dihubungi, Jumat (13/9/2019).



Menurut Eva, Presiden lebih dulu diberikan kesempatan untuk menganalisa dan mengatasi masalah karhutla. Menurutnya, bila hasil analisa menunjukan keteledoran pejabat maka sanksi dapat dilaksanakan.

Eva Kusuma SundariEva Kusuma Sundari Foto: Pradito R Pertana/detikcom

"Sebaiknya beri kesempatan Presiden mengatasi masalah kebakarannya dulu, menganalisanya dan jika ditemukan kebakaran akibat keteledoran pejabat, maka sanksi tersebut sepantasnya dilaksanakan," kata Eva.



Eva menyebut, nantinya data atau hasil analisa ini dapat dijadikan dasar Jokowi dalam melakukan pencopotan. Sehingga menurutnya, saat ini seharusnya lebih dulu fokus ke masalah pokok yaitu mengatasi masalah karhutla.

"Data-data pendukung menjadi dasar penghukuman Presiden. Biarkan distop dulu, investigasi dan penghukuman. Begitu tahapannya, fokus ke masalah pokok dulu," tuturnya.

Diketahui, karhutla di Sumatera, khususnya Riau masih terus terjadi. Gerindra dan PAN pun meminta Jokowi untuk merealisasikan janjinya mencopot pejabat TNI dan Polri yang tak bisa mengatasi karhutla.



PAN menilai Jokowi harus menunaikan apa yang dikatakannya saat itu. Mengingat karhutla di Riau terus berulang dan tak kunjung berakhir.

"Tapi kalau pernah dijanjikan seperti itu ya kita menunggu janji itu. Supaya ini tidak terulang lagi. Agar ini jadi perhatian penting selama bekerja di sana," kata Wasekjen PAN, Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (13/9/2019).

Hal senada juga disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid. Sodik mengatakan sebagai seorang presiden Jokowi harus konsisten dengan ucapannya untuk mencopot pejabat TNI/Polri yang tak becus mengatasi karhutla.

"Minta Jokowi konsisten dengan janjinya sebagai seorang presiden. Konsistensi penting supaya jadi peringatan dan pelajaran bagi pejabat yang dimaksud. Konsistensi itu juga penting dalam pengamanan daerah dari karhutla mengingat besarnya kerugian akibat karhutla," kata Sodik.


(dwia/jbr)
FOKUS BERITA: Darurat Kabut Asap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com