detikNews
Jumat 13 September 2019, 23:33 WIB

Wiranto: Pertemuan Jokowi dan 61 Tokoh Papua Tak Bicarakan Jabatan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Wiranto: Pertemuan Jokowi dan 61 Tokoh Papua Tak Bicarakan Jabatan Foto pertemuan Jokowi dengan para tokoh Papua. (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menegaskan pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan 61 tokoh Papua murni mendengar aspirasi dari tokoh Papua. Wiranto mengatakan pertemuan itu bukan untuk bagi-bagi jabatan atau iming-iming uang.

"Perlu saya sampaikan adalah tentang dialog antara Presiden Jokowi dan 61 tokoh Papua dan Papua Barat di istana. Kemudian ada reaksi dari Gubernur Papua, bahwa dia tidak diberitahu, dia tidak tahu dan sebagainya. Para tokoh ini tidak melapor kepada Gubernur suruh menghadap Presiden, dan beliau mengatakan bahwa ini tokoh-tokoh yang hanya cari jabatan, cari uang," ujar Wiranto di Menko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2019).



"Saya kira pernyataan ini tidak benar. Tokoh-tokoh ini 61 tokoh sudah disaring betul bahwa mereka betul-betul tokoh masyarakat, tokoh adat. Saya juga hadir disana, dan saya juga yakin bahwa tidak ada satu kalimat pun yang mengisyaratkan kalo mereka minta jabatan, minta uang. Nggak ada," tegas Wiranto.

Wiranto mengatakan, pertemuan itu semata-mata menyampaikan aspirasi tokoh Papua kepada Presiden Jokowi. Wiranto menyebut Jokowi langsung merespons aspirasi rakyat Papua itu.



"Tapi semata-mata menyampaikan aspirasi dari masyarakat adat di Papua dan Papua barat kepada presiden untuk mendapatkan perhatian. Dan kenyataannya memang sudah langsung mendapatkan perhatian dari Presiden," lanjutnya.

Wiranto mengatakan, hasil pertemuan tersebut telah direspons oleh Jokowi sehingga tak perlu lagi ada demo. Wiranto menilai demo bukanlah cara yang tepat apalagi yang berakhir dengan kerusuhan.

"Artinya, dialog sudah jalan, semua permintaan-permintaan sudah dipenuhi. Sehingga tidak ada lagi sebenarnya tuntutan-tuntutan lain yang menyebabkan adanya suatu demo-domo lanjutan, anarkis (rusuh -red), itu saya kira sudah tidak tepat lagi," imbuhnya.

Wiranto menegaskan hasutan dan provonasi hanya akan memuaskan pihak yang berkepentingan. Wiranto menyebut bahwa apa yang terjadi di Papua itu tidak seperti yang dikatan oleh tokoh Papua yang berada di luar negeri.



"Sekarang ini kita sudah sangat bersyukur bahwa kemauan untuk itu, hasutan untuk itu, provokasi untuk itu, sudah dipahami bahwa itu hanya provokasi yang tidak benar, hanya menyenangkan teman-teman Papua yang di luar negeri, yang tidak tahu permasalahan di dalam negeri sebenarnya seperti apa,"

Lebih lanjut, Wiranto menyebut bahwa sudah ada kesadaran dari masyarakat Papua untuk melakukan dialog damai. Sementara di beberapa daerah sudah melakukan aksi bakar batu sebagai simbol perdamaian.



"Maka sudah ada kesadaran dari berbagai kelompok masyarakat dan Pemuda di Papua dan Papua Barat kemudian diwujudkan pertemuan-pertemuan dialog damai. Bahkan di beberapa tempat sudah ada bakar batu berarti acara utk menuju suasana damai. Mudah-mudahan ini terus berlanjut," pungkasnya.

Diketahui, perwakilan masyarakat Papua dan Papua Barat bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara pada Selasa (10/9). Dalam kesempatan tersebut, perwakilan masyarakat Papua menyampaikan 10 poin permintaan kepada Jokowi. Salah satu poin yang disampiakan adalah pembangunan Istana Kepresidenan di Jayapura.


(lir/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com