detikNews
Kamis 12 September 2019, 21:09 WIB

Panggil Albert Burhan di Kasus Emirsyah, Ini yang Digali KPK

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Panggil Albert Burhan di Kasus Emirsyah, Ini yang Digali KPK Foto: Gedung KPK. (Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - KPK memanggil mantan Dirut Citilink Albert Burhan terkait kasus dugaan suap Emirsyah Satar. Albert dipanggil sebagai saksi untuk Emirsyah.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait proses pengadaan pesawat dan mesin pesawat serta perawatan mesin pesawat di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah, Kamis (12/9/2019).


Albert dipanggil dalam kapasitasnya sebagai VP Treasury Management PT Garuda Indonesia 2005-2012. Seorang lainnya yang juga diperiksa sebagai saksi untuk Emirsyah yakni pegawai PT Garuda Indonesia, Rajendra Kartawiria.

Dalam kasus ini, Emirsyah, yang merupakan mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, ditetapkan KPK sebagai tersangka bersama Soetikno Soedarjo. Emirsyah diduga menerima suap dari Soetikno selaku beneficial owner Connaught International Pte Ltd.

KPK menduga Emirsyah menerima suap dalam bentuk uang dan barang dari Soetikno. Duit yang diduga diterima Emirsyah sebesar 1,2 juta euro dan USD 180 ribu.

Emirsyah turut diduga menerima suap dalam bentuk barang dengan total nilai USD 2 juta. Barang-barang itu tersebar di Singapura dan Indonesia.


Terbaru, KPK menjerat Emirsyah dan Soetikno sebagai tersangka TPPU. Selain itu, KPK menjerat Hadinoto Soedigno sebagai Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia periode 2007-2012 sebagai tersangka pencucian uang tersebut.

Kasus dugaan pencucian uang itu ditelisik KPK dari beberapa temuan baru, seperti dugaan pemberian uang dari Soetikno ke Emirsyah dan Hadinoto untuk membayar sejumlah aset. Aset yang dimaksud antara lain rumah hingga uang di rekening di luar negeri.
(abw/idh)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com