detikNews
2019/09/12 20:51:38 WIB

Didakwa Tipu Bos Maspion Rp 149 M, Ini Aliran TPPU Eks Wagub Bali Sudikerta

Aditya Mardiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 4
Didakwa Tipu Bos Maspion Rp 149 M, Ini Aliran TPPU Eks Wagub Bali Sudikerta Foto: Eks Wagub Bali I Ketut Sudikerta didakwa bersama-sama Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung melakukan penipuan terhadap bos Maspion Alim Markus. (Aditya Mardyastuti/detikcom)
Denpasar - Eks Wagub Bali I Ketut Sudikerta bersama-sama dengan Wayan Wakil dan Anak Agung Ngurah Agung didakwa menipu bos Maspion Alim Markus senilai Rp 149 miliar. Dia juga dijerat dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU), di mana sebagian uang itu digunakan untuk membeli tanah, hingga kebutuhan kampanye Pilgub.

Kepada Alim Markus, Sudikerta mengklaim dua obyek tanah SHM No 5048/Ds Jimbaran seluas 38.650 m2 dan SHM No 16249/Kel Jimbaran seluas 3.300 m2 merupakan tanah miliknya yang diatasnamakan PT Pecatu Bangun Gemilang yang dikelola istrinya Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini. Sehingga, pembayaran dua obyek tanah itu disetorkan kepada PT Pecatu Bangun Gemilang.

"Bahwa untuk menampung dana dari saksi korban Alim Markus pada 20 Desember 2013 terdakwa I Ketut Sudikerta bersama-sama dengan Gunawan Priambodo selaku direktur utama, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini selaku komisaris, I Wayan Wakil dan Notaris Ketut Neli Asih, SH membuat rekening PT Pecatu Bangun Gemilang di kantor BCA Kuta Badung selaku nasabah prioritas dengan setoran awal sebesar Rp 1,47 juta dengan diberikan fasilitas berupa cek dan bilyet giro (BG) di mana yang berhak menandatangani cek dan BG tersebut adalah Gunawan Priambodo selaku Direktur Utama dan Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini selaku komisaris dan seluruh cek dan BG milik PT Pecatu Bangun Gemilang ternyata dikuasai oleh terdakwa I Ketut Sudikerta," kata jaska penuntut umum Eddy Arta Wijaya saat membacakan dakwaan di PN Denpasar, Jl PB Sudirman, Denpasar, Bali, Kamis (12/9/2019).


Jaksa meyakini Ketut Sudikerta sebagai beneficial owner dari PT Pecatu Bangun Gemilang meski namanya tidak terdaftar dalam susunan direksi perusahaan tersebut. Sudikerta juga diyakini sebagai pengendali operasional perusahaan yang dikelola istrinya, Ida Ayu Ketut Sri Sumiatini itu.

"Di mana dalam hal ini terdakwa I Ketut Sudikerta bertindak sebagai beneficial ownership atau penerima manfaat yaitu orang perseorangan yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi atau mengendalikan operasional perusahaan walaupun secara hukum namanya tidak tercantum dalam legal dokumen perusahaan sebagai pemegang saham ataupun pengurus perusahaan namun memegang kendali atas jalannya PT Pecatu Bangun Gemilang dan menerima aliran dana dan mengendalikan transaksi keungan di PT Pecatu Bangun Gemilang," urainya.

Dari pertemuan di kantor Maspion Surabaya, Agustus 2013 lalu, antara Sudikerta dengan Alim Markus, disepakati harga tanah per m2 yakni Rp 6,5 juta. Dari perjanjian kerja sama itu, pihak Alim Markus dan Sudikerta menyepakati mendirikan PT Marindo Gemilang sebagai pengelola vila maupun hotel yang rencananya akan dibangun di tanah tersebut.

Di mana kepemilikan saham Alim Markus (PT Marindo Investama) sebesar 55% atau senilai Rp 149.971.250.000, sementara PT Pecatu Bangun Gemilang sebesar 45% atau senilai Rp 122.703.750.000. Pembayaran dua obyek tanah itu dilakukan secara bertahap yaitu termin pertama pada 23 Desember 2013 sebesar Rp 59.998.000.000; dan termin kedua pada 26 Mei 2014 senilai Rp 89.982.750.000.

"Bahwa setelah PT Pecatu Bangun Gemilang menerima uang tanggal 23 Desember 2013 dengan bilyet giro (BG) sebesar Rp 59.998.000.000 selanjutnya tanggal 24 Desember 2013 saksi Gunawan Priambodo selaku Dirut PT Pecatu Bangun Gemilang menandatangi cek sebanyak 4 lembar dan melakukan pencairan sejumlah dana sebesar Rp 30 miliar untuk setor modal saham PT Pecatu Bangun Gemilang dan untuk pembayaran pajak di notaris I Ketut Nelly sebanyak Rp 1.932.500.000," paparnya.

"Sedangkan pencairan cek selanjutnya saksi Gunawan Priambodo tidak pernah menandatangani atau mencairkan dana lagi di mana seluruh cek dan BG dikuasai oleh terdakwa I Ketut Sudikerta dan selanjutnya dana yang tersimpan dalam rekening PT Pecatu tersebut terdakwa Sudikerta gunakan dengan memberikan ke berbagai pihak penerima dan juga kepentingan terdakwa," imbuh Eddy.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com