detikNews
Kamis 12 September 2019, 19:06 WIB

2.805 Siswa di Lebak Banten Terima Bantuan Air Bersih

Uji Sukma Medianti - detikNews
2.805 Siswa di Lebak Banten Terima Bantuan Air Bersih Foto: kalbe
Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Brand Entrostop bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Project Child Indonesia menyediakan air minum bersih dan layak konsumsi kepada 2.805 siswa yang berasal dari sembilan Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Lebak, Banten. Penyediaan air minum bersih dan layak minum ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak dengan melakukan Sosialisasi Program Drinking Water.

Selain itu, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai bentuk kerjasama dalam upaya penyediaan air bersih di Kabupaten Lebak. Penandatanganan ini dilakukan oleh Head of Consumer Health Division PT Kalbe Farma Tbk Feni Herawati dan Direktur Partnership dari Project Child Indonesia Abie Zaidannas Suhud.

"Kalbe berkomitmen dalam meningkatkan kesehatan untuk hidup yang lebih baik untuk seluruh masyarakat termasuk anak-anak usia sekolah salah satunya dengan memberikan bantuan penyediaan air minum bersih dan layak minum agar para siswa sekolah bisa terhindar dari penyakit diare,"ujar Feni dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019).

2.805 Siswa di Lebak Banten Terima Bantuan Air BersihFoto: kalbe


"Penyediaan air minum bersih ini merupakan bentuk apresiasi kami dalam rangka Hari Ulang Tahun PT Kalbe Farma Tbk ke-53 pada hari ini dan juga sebagai wujud nyata Kalbe dalam implementasi Sustainable Development Goals (SDG) ke-6 yaitu, tentang Clean Water & Sanitation," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Partnership dari Project Child Indonesia Abie Zaidannas Suhud menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh Kalbe dalam penyediaan air bersih ini.



"Kami menyambut baik inisiatïf PT Kalbe Farma Tbk untuk mengajak kami untuk bekerjasama dalam rangka penyediaan air minum dan edukasi kesehatan dan lingkungan di sekolah-sekolah di Kabupaten Lebak. Program ini merupakan kolaborasi yang baik Antara Pemerintah, sektor swasta, dan organisasi non-profit. Kolaborasi seperti ini perlu untuk dilanjutkan dalam bentuk skala dan wilayah jangkauan yang lebih luas ke depannya," ujar Abie.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wawan Ruswandi menyebut program ini sejalan dengan Program Dinas Pendidikan dalam rangka pelaksanaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Sekolah Berwawasan Lingkungan (Adiwiyata).

"Melalui program ini kami ingin memastikan para siswa mendapatkan ketersediaan air minum bersih dan layak konsumsi melalui instalasi water filter yang aman. Kami melihat banyak anak usia dini yang masih rentan terkena penyakit diare akibat konsumsi air minum yang tidak bersih," ujar Head of LOB Digest & Skin Kalbe Consumer Health Afriani Karina.

"Selain penyediaan air minum bersih, kami juga melakukan edukasi tentang bahaya penyakit diare, cara pencegahan dan pengobatan diare yang benar terutama pada anak-anak dan membiasakan gaya hidup bersih dan sehat. Para siswa juga diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, yang dimulai dengan mengurangi penggunaan sampah plastik dan dapat menggunakan botol air minum yang juga disediakan oleh brand Entrostop," lanjut Afriani.



Adapun 9 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tepilih dalam program ini adalah SDN 3 Padasuka, SDN 2 Selaraja, SDN 2 Kaduagung BArat, SDN 3 Kaduagung Timur, SDN 3 Muara Ciujung Barat, SDN 1 Rangkasbitung Barat, SDN 2 Rangkasbitung Barat, SDN 3 Rangkasbitung Barat dan SDN 4 Rangkasbitung Barat.

Pemilihan sekolah ini berdasarkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Berdasarkan data Dinas Provinsi Banten tahun 2017 Kabupaten Lebak masuk kedalam wilayah dengan kasus diare yang cukup tinggi yaitu 39.627 kasus. Lokasi Kabupaten Lebak berada di tepi pantai dimana masyarakat pesisir biasanya rentan terkena masalah kesehatan.
(prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com