detikNews
2019/09/12 18:00:09 WIB

Jimly Ashiddiqie: BJ Habibie Idola di Dunia Islam, Dielu-elukan Saat ke Turki

Audrey Santoso - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jimly Ashiddiqie: BJ Habibie Idola di Dunia Islam, Dielu-elukan Saat ke Turki Jimly Ashiddiqie (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Jimly Ashiddiqie mengenang sosok BJ Habibie saat menjabat Presiden RI ke-3. Jimly mengatakan banyak hal yang telah dilakukan Habibie dalam mempersiapkan Indonesia menuju negara demokrasi setelah mundurnya Presiden RI ke-2 Soeharto.

"Banyak hal yang sudah dikerjakan Pak Habibie. Mengelola, me-manage proses transformasi menuju demokrasi. Maka banyak orang menyebut beliaulah sebetulnya Bapak Demokrasi Indonesia, dalam artian modern," kata Jimly setelah menghadiri acara pemakaman Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Jimly menuturkan Habibie telah membukakan pintu demokrasi bagi bangsa Indonesia. Kiprahnya kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden RI setelah dia, seperti Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri.


"Dia yang membuka pintu, sesudahnya kita yang menikmati, melanjutkan. Dilengkapi oleh Gus Dur, disempurnakan Megawati dan seterusnya," ucap Jimly.

Dia menceritakan Habibie menuruti keinginan publik terkait percepatan pemilihan umum dan mekanisme pemilihan presiden secara langsung kala itu.

"Dalam hal kebijakan, saya asisten wapres waktu dia jadi presiden. Jadi semua urusan perkembangan politik, hukum, undang-undang, misalnya bagaimana mempercepat pemilu karena ada permintaan pemilu dipercepat, dia bersedia. Lalu bagaimana dia juga punya ide memuat ketentuan mengenai sistem pemilihan presiden langsung itu dimasukkan dalam konstitusi," cerita Jimly.

Cerita Jimly Ashiddiqie Temani Habibie ke Turki: Dia Dielu-elukan Anak MudaNisan makam BJ Habibie. (Noval/detikcom)

Dia melanjutkan ada 74-76 undang-undang yang diproduksi di era kepemimpinan Habibie. Jimly menyebut Habibie telah menyiapkan mekanisme demokrasi selama 1998-1999.

"Selama pemerintahan beliau, meskipun singkat, namun ada 74, 76 undang-undang yang berhasil dibuat. Dan semua kebijakan-kebijakan yang menjadi basis demokrasi pascareformasi itu sudah dibuat sejak 1998, 1999. Misalnya KPU, KPU pertama dibuat itu Pak Habibie, dulunya LPU," jelas eks Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

"Lalu dibuat KPU yang independen. Misalnya KPPU, untuk mengendalikan jangan ada monopoli, itu ada undang-undangnya zaman Pak Habibie juga," imbuh Jimly.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com