detikNews
Kamis 12 September 2019, 16:56 WIB

Uji Capim KPK

Alasan Capim Johanis Jarang Lapor LHKPN: Kelupaan karena Banyak Tugas

Ibnu Hariyanto, Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Alasan Capim Johanis Jarang Lapor LHKPN: Kelupaan karena Banyak Tugas Capim KPK Johanis Tanak (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Johanis Tanak beralasan banyaknya tugas dan kelupaan menyebabkan jarangnya ia menyetor Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Satu-satunya calon pimpinan (capim) dari unsur kejaksaan itu tercatat baru 2 kali melaporkan kekayaannya.

"Terkait dengan LHKPN, memang saya ada tidak melaporkan karena mungkin kelupaan juga karena banyak tugas juga. Ya saya sampai kelupaan wah ini LHKPN tertinggal," ucap Johanis dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Pernyataan itu disampaikan Johanis sebagai jawaban atas pertanyaan dari salah satu anggota Komisi III DPR. Namun Johanis menyampaikan alasan itu bukan berarti dirinya sengaja tidak menyetorkan LHKPN ke KPK.




"Tetapi tidak punya niat untuk kemudian tidak melaporkan tentang hal itu karena itu adalah wajib," kata Johanis.

Dari catatan KPK, Johanis saat ini menjabat Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha di Kejaksaan Agung (Kejagung). Johanis tercatat 2 kali melaporkan hartanya, yaitu pada Januari 2012 dan Juli 2019.

Harta Johanis disebutkan senilai Rp 8.340.407.121. Johanis merupakan satu dari lima jaksa yang diusung Kejagung untuk capim KPK.
(dhn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com