detikNews
Kamis 12 September 2019, 15:11 WIB

Fahri Kritik KPK soal Firli: Habis Sudah KPK, Kentara Gerakan Politik

Tsarina Maharani - detikNews
Fahri Kritik KPK soal Firli: Habis Sudah KPK, Kentara Gerakan Politik Fahri Hamzah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengkritik konferensi pers KPK yang membeberkan soal pelanggaran kode etik berat yang dilakukan Firli Bahuri saat menjabat Deputi Penindakan KPK. Fahri menilai KPK makin terlihat seperti gerakan politik.

"Habis sudah KPK. Semakin kentara sebagai gerakan politik," kata Fahri kepada wartawan, Kamis (11/9/2019).

Ia heran mengapa KPK baru membeberkan fakta-fakta tentang Firli di masa uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon pimpinan KPK. Jika memang Firli benar melanggar kode etik, Fahri mempertanyakan mengapa hal itu tidak disampaikan KPK jauh-jauh hari.


Fahri pun mengungkit kasus Budi Gunawan yang disebut gagal jadi Kapolri gegara KPK. Menurut dia, sikap KPK terhadap Firli kali ini mirip dengan sikap lembaga antirasuah itu kepada Budi Gunawan dulu. Dia menduga KPK memang benci dengan Polri.

"Kasus Budi Gunawan kembali terulang. KPK sangat benci dengan Polri. Dulu, Budi Gunawan dengan begitu meyakinkannya dituduh dan difitnah, padahal sedang di-fit and proper test di DPR," ujar Fahri.

Kala itu, KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi ketika dicalonkan sebagai Kapolri. Padahal, menurut Fahri, penetapan tersangka oleh KPK terhadap Budi Gunawan tersebut akhirnya tidak sah dan dibatalkan.

"Dengan pembeberan barang bukti yang dramatis, tapi akhirnya omong kosong dan kalah di praperadilan," tuturnya.

"Sekarang kasus itu terulang kepada Firli," imbuh Fahri.

Pada Rabu (11/9), KPK menggelar konferensi pers menyampaikan pelanggaran kode etik berat yang dilakukan Firli pada saat menjabat Deputi Penindakan KPK. Namun Firli diberhentikan dengan hormat dan dikembalikan ke institusi asalnya, yaitu Polri.

Dalam konferensi pers itu, Penasihat KPK Tsani Annafari membeberkan rangkaian pertemuan yang membuat Firli dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Tsani awalnya menjelaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik ini dilakukan setelah ada pengaduan masyarakat pada 18 September 2018. Dalam pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa Firli melakukan sejumlah pertemuan, termasuk dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Kemudian, pada 13 Mei 2018, TGB dan Firli kembali bertemu dalam acara Farewell and Welcome Game Tennis Danrem 162/WB di Lapangan Tenis Wira Bhakti. TGB dan Firli juga terlihat berbicara dan akrab dalam pertemuan ini.

Selanjutnya, KPK menyurati Komisi III DPR terkait capim KPK Firli Bahuri. Surat ini berisikan rekam jejak capim Firli yang dinyatakan KPK melanggar kode etik berat saat menjabat Deputi Penindakan KPK.

"Pimpinan KPK mengirim surat ke DPR (terkait) dua orang, satu Firli yang dianggap bermasalah, satu jaksa Johanis Tanak," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9).



Alexander Marwata: Kelima Pimpinan Sepakat Firli Diberi Peringatan:

[Gambas:Video 20detik]


(tsa/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com