detikNews
Kamis 12 September 2019, 11:29 WIB

Resmikan Pusat Seni dan Budaya, Kang Emil Ingin Rutin Ada Kegiatan

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Resmikan Pusat Seni dan Budaya, Kang Emil Ingin Rutin Ada Kegiatan Foto: Pemprov Jabar
Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menandatangani prasasti sebagai penanda diresmikannya kembali gedung De Majestic yang berada di Jalan Braga, Kota Bandung. Saat ini, gedung De Majestic resmi menjadi pusat seni dan budaya Jabar.

"Di era baru, lima tahun ke depan kita sudah putuskan (De Majestic) menjadi pusat seni dan budaya. Diharapkan tiap hari, tiap malam selalu ada pertunjukan dengan perbedaan genre. Ada musik, tari, sastra, film, dan macam-macam," kata Emil, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (12/9/2019).

"Sehingga tiap malam ini marak oleh berbagai kegiatan," tambahnya.

Emil juga berpesan kepada PT Jaswita Jabar agar bisa melahirkan berbagai inovasi dalam pengelolaan De Majestic sehingga dapat menghasilkan pendapatan bagi daerah.

"Saya titipkan agar ini (De Majestic) penuh dengan inovasi-inovasi, sambil juga bisa mendapatkan income. Karena PT Jaswita ini dibangun untuk memastikan industri pariwisata Jawa Barat bisa dikerjakan oleh Jaswita sebagai perintis-perintis, asetnya banyak sekali. Saya optimis akan membuahkan hasil sebagai salah satu BUMD yang profitable," imbuhnya.

Menurut Emil, De Majestic merupakan bangunan cagar budaya kelas A. Artinya, gedung ini sangat dilindungi, sehingga apabila akan direnovasi atau ada perubahan dari sisi arsitektur bangunannya, harus lebih dulu berkonsultasi dengan tim cagar budaya.

"De Majestic ini termasuk bangunan kelas A, jadi bangunan sangat dilindungi. Tentunya kalau ada perubahan-perubahan harus diskusi dengan tim cagar budaya, agar suasana bangunan kolonialnya masih tetap terjaga," kata Emil.

Sementara itu, Direkrur Utama PT Jaswita Jabar Deni Nurdyana Hadimin menuturkan masyarakat Jabar harus bangga memiliki bangunan bersejarah seperti gedung De Majestic.

"Sebagai orang Jawa Barat kita harus bangga dengan keberadaan gedung ini dan Insyaallah akan difungsikan menjadi pusat seni dan budaya Jawa Barat," ucap Deni.

Deni mengatakan berangkat dari kekhawatiran para turis asing dan lokal yang datang ke Jabar, khususnya Kota Bandung, yang sulit untuk mencari tempat pertunjukan seni dan budaya. Deni mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memanfaatkan gedung De Majestic sebaik mungkin.

Salah satunya dengan menggelar berbagai kegiatan seni dan budaya, khususnya Sunda. Selain itu, akan ada tempat khusus untuk kriya khas Tanah Pasundan. Maka dari itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Dekranasda Jabar.

"Keberadaan heritage akan coba kita bangun, kita kembangkan untuk kegiatan seni dan budaya, khususnya Sunda. Jadi, bapak dan ibu nanti setiap hari bisa melihat kegiatan rutin. Ada seni tari Jaipong, angklung, terus akan kita isi dengan kegiatan seni dan budaya," tambahnya.

Sebagai informasi, Gedung De Majestic diarsiteki CPW Schoemaker dan mulai dibangun pada 1925. Satu tahun berikutnya atau pada 31 Desember 1926, gedung De Majestic kali pertama digunakan untuk memutar film perdana Indonesia berjudul Lutung Kasarung.

Kini setelah 84 tahun berselang, gedung tersebut menjadi salah satu aset Pemdaprov Jabar dan berada dalam pengelolaan PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Jaswita Jabar) yang juga BUMD Jabar.




(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com