detikNews
Kamis 12 September 2019, 04:43 WIB

BJ Habibie Wafat, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Berduka

Haris Fadhil - detikNews
BJ Habibie Wafat, Persekutuan Gereja-gereja Indonesia Berduka Sekretaris Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) turut berduka atas meninggalnya Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Presiden ke-3 Indonesia itu dinilai telah banyak berjasa bagi demokrasi negeri ini.

"Gereja-gereja di Indonesia mengungkapkan dukacita mendalam atas berpulangnya Bapak BJ Habibie. Beliau adalah seorang negarawan sejati, yang telah meletakkan dasar-dasar demokrasi di Indonesia," kata Sekretaris Umum PGI, Pendeta Gomar Gultom, dalam keterangan pers tertulisnya, Kamis (12/9/2019).



Masa jabatan Habibie sebagai Presiden memang singkat, namun jasanya berpengaruh besar. Dia mencabut banyak regulasi yang menghambat proses demokrasi. Kebebasan pers juga diwujudkan Habibie. Para tahanan politik Orde Baru dibebaskan, Habibie juga mengawali dialog tentang masalah Papua.

"Beliau satu-satunya pemimpin bangsa Indonesia yang pada 1998 percaya pada laporan 'masyarakat anti kekerasan' tentang adanya kasus-kasus kekerasan seksual terhadap perempuan etnis Tionghoa selama kerusuhan Mei '98," kata Gomar Gultom.

Gomar menjelaskan, Habibie sebagai Presiden RI saat itu meminta maaf dan meneken Keppres pendirian Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), sebagai salah satu bentuk pengakuan negara terhadap peristiwa kekerasan seksual, Mei 1998. Keprres itu juga sebagai wujud tanggung jawab negara mencegah segala bentuk diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan.

"Sebagai seorang negarawan, walau sudah tidak menjabat sebagai presiden, beliau tetap menunjukkan pengabdiannya yang tulus bagi bangsa. Dalam berbagai kontestasi pilkada maupun pilpres, kehadirannya selalu menenteramkan semua pihak. Beliau seorang yang non-partisan sehingga kehadirannya diterima oleh semua pihak," kata Gomar.



Tak hanya soal demokrasi, penghargaan terhadap hak asasi manusia, dan politik pemerintahan, Habibie tentu saja menaruh perhatian pada teknologi. Jasanya juga sangat besar dalam kemajuan bidang dirgantara Indonesia.

"Kita sungguh kehilangan beliau. Semoga amal baktinya diterima di sisi Tuhan," tandas Gomar.


Simak Video "Pemerintah Tetapkan 12-14 September 2019 Hari Berkabung Nasional"

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/fai)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com